Journalnusantara.com - Teater Taormina, yang terletak di Sisilia, adalah salah satu monumen Yunani kuno yang paling terkenal di dunia.
Dibangun pada abad ke-3 SM, teater ini merupakan contoh sempurna dari arsitektur Yunani dengan panggung setengah lingkaran, kursi bertingkat yang diukir dari batu, dan orkestra yang dibangun sesuai dengan tradisi Yunani kuno.
Pada masa pemerintahan Hieron II, teater ini didirikan, dan nama Philistides, istri tiran Yunani, terukir pada beberapa langkahnya.
Sebuah kuil juga dibangun di bukit teater, mungkin didedikasikan untuk Apollo archaghètas, di mana hanya tinggal dasarnya saja yang tersisa.
Di bawah kekuasaan Romawi, teater ini mengalami beberapa modifikasi dan transformasi untuk diadaptasi menjadi sebuah amfiteater.
Area orkestra diubah menjadi arena untuk pertarungan gladiator, sementara tingkatan bawah digantikan oleh koridor. Pada akhir zaman kuno, sebuah portiko dibangun di belakang panggung.
Dengan jatuhnya Kekaisaran Romawi, teater ini secara bertahap ditinggalkan dan pada Abad Pertengahan, sebagian bangunan diubah menjadi kediaman pribadi.
Beberapa materialnya juga digunakan dalam pembangunan monumen di Taormina. Pada tahun 1860, arsitek Saverio Cavallari melakukan restorasi, di mana kolom dan bagian panggung dibangun kembali dalam anastylosis.
Hari ini, Teater Taormina digunakan sebagai tempat untuk festival seni tahunan Taormina Arte dan terkenal.
Hal itu karena pemandangan luar biasanya yang meliputi Capo Sant'Andrea, Selat Messina, dan Gunung Etna. Ini juga merupakan teater kuno terbesar kedua di Sisilia, setelah Teater Yunani di Sirakusa.