JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Tujuan utama program ini adalah menurunkan angka tengkes (stunting) dan gizi buruk, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) demi menyongsong Indonesia Emas 2045, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, dan UMKM sebagai penyedia bahan baku.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sulaimaniyah di Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, yang menyandang predikat A, terus berkomitmen dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama para pelaku UMKM dan Koperasi Desa setempat.
Pada Senin (27/7/2026), Kepala SPPG Sulaimaniyah, Santo, didampingi Ketua Koperasi Desa, melakukan kunjungan silaturahmi ke beberapa sentra produksi di seputaran Desa Sukasari.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Rumah Potong Hewan (RPH) Ayam Broiler, kemudian berlanjut ke tempat pengolahan beras, pabrik tahu dan tempe, serta berakhir di peternakan ayam petelur Kampung Lembur Sawah.
"Ini pengalaman luar biasa bisa bersilaturahmi dengan para pegiat UMKM lokal dan bisa mengukur kesiapan masing-masing," ungkap pria kelahiran Nias tersebut.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Isman Muslim, turut menyampaikan apresiasinya atas agenda peninjauan maraton tersebut.
"Alhamdulillah hari ini kita bisa maraton mengunjungi sentra-sentra produksi masyarakat, mulai dari tempat pengolahan daging, beras, tahu, tempe, hingga peternak ayam petelur. Ini membuktikan bahwa instruksi Kepala BGN masih terus dipegang teguh oleh SPPG Sulaimaniyah. Meski berganti-ganti kepemimpinan, kebijakan untuk menyerap produk UMKM lokal dalam rangka memperkuat ekonomi masyarakat di seputaran dapur masih terus dijalankan," pungkas Isman.