Angin gurun bertiup lirih
Namun langit tidak bersedih
Menyaksikan satu adegan
Dalam sejarah kemanusiaan
Seorang ayah dengan anaknya
Menuju tempat penyembelihan
Demi menaati perintah Tuhannya
Dengan rela hati mereka lakukan
Meski sang ayah tampak gemetar
Sang buah hati tetaplah tegar
Tidak marah atau melawan
Hanya pasrah dan keikhlasan
Wajahnya bening, suaranya lembut:
"Wahai ayahku, lakukanlah,
apa yang telah Tuhan perintah!”
Saat pisau akan menyentuh lehernya
Langit gemuruh dengan dahsyatnya
Lalu dihadirkanlah seekor domba
Menggantikan sang anak yang dicintainya
Peristiwa itu bukan sekadar pengingat
Akan besarnya kasih sayang Tuhan
Tapi di dalamnya mengandung nasehat
Untuk menyembelih ego dan keserakahan
Tidak mencintai secara berlebihan
Gemerlap dunia dan kemewahan
Karena apa pun yang kita miliki
Hanyalah titipan Yang Maha Suci
Idul Qurban adalah jeda
Yang mengingatkan siapa kita
Dari mana kita berasal
Akan kembali kepada asal
Malang, 6 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal