hiburan

Mutiara Pagi: Idul Qurban (Bagian 1863)

Jumat, 6 Juni 2025 | 12:55 WIB
PT BTIIG salurkan hewan kurban dilingkar perusahaan (Ist)

Angin gurun bertiup lirih
Namun langit tidak bersedih
Menyaksikan satu adegan
Dalam sejarah kemanusiaan

Seorang ayah dengan anaknya
Menuju tempat penyembelihan
Demi menaati perintah Tuhannya
Dengan rela hati mereka lakukan

Meski sang ayah tampak gemetar
Sang buah hati tetaplah tegar
Tidak marah atau melawan
Hanya pasrah dan keikhlasan

Wajahnya bening, suaranya lembut:
"Wahai ayahku, lakukanlah,
apa yang telah Tuhan perintah!”

Saat pisau akan menyentuh lehernya
Langit gemuruh dengan dahsyatnya
Lalu dihadirkanlah seekor domba
Menggantikan sang anak yang dicintainya

Peristiwa itu bukan sekadar pengingat
Akan besarnya kasih sayang Tuhan
Tapi di dalamnya mengandung nasehat
Untuk menyembelih ego dan keserakahan

Tidak mencintai secara berlebihan
Gemerlap dunia dan kemewahan
Karena apa pun yang kita miliki
Hanyalah titipan Yang Maha Suci

Idul Qurban adalah jeda
Yang mengingatkan siapa kita
Dari mana kita berasal
Akan kembali kepada asal

Malang, 6 Mei 2025
Salam sehat,

M. Sinal

Tags

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB