Journalnusantara.com, Jakarta - Saat momentum lebaran Idul Fitri tahun 2000, Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) menggelar Open House di Istana Merdeka, Jakarta.
Dilansir nuonline, Gusdur menerima rakyat, siapapun dan dari manapun, dalam suasana Idul Fitri. ia ingin istana kepresidenan menjadi benar-benar istana rakyat.
Namun saat itu, bagian kerumahtanggaan Istana menyarankan agar presiden menerima rakyat di teras istana saja.
Apa daya, Gusdur malah bersikeras ingin agar Open House digelar di ruang utama (credential room), tempat presiden menerima presiden negara lain, duta besar, dan tamu kehormatan negara lain.
Baca Juga: Jasa Marga Tambah Diskon Tarif 20 % Jalan Tol Trans Jawa
Perkaranya, karpet di ruang utama masih kinyis-kinyis, masih baru. Gres. "Lha karpet itu kan rakyat juga yang beli..." jawab Gusdur menegaskan keinginannya.
Maka, jadilah momentum Idul Fitri tahun 2000 itu Lebaran Rakyat. Ribuan rakyat antre mengular ingin menikmati Istana Merdeka dari dekat.
Ada juga yang bersepatu dan berpakaian rapi, ada yang bersarung, bahkan ada yang bercelana kumal bersandal jepit karet yang talinya disambung rafia karena putus.
Yang terakhir ini berasal dari Lamongan, demikian pengakuan pria ini kepada wartawan. Ia berangkat khusus demi momentum ini.
Rombongan tuna netra juga hadir, tukang kebon dan pasukan kuning di Tugus Monas malah hadir dengan baju kebesaran berwarna oranye dan aroma yang khas sampah.
Baca Juga: Mengapa Lebaran Berbeda
Anak-anak jalanan juga datang diiringi orangtuanya. Semua diterima oleh Presiden Gusdur.
Lucunya, Menteri Pertahanan Mahfud MD saat itu bersama istri yang datang telat memilih ikut antri, meski sebagai anggota kabinet ia bisa melewati jalur khusus.
Pak Mahfud MD malah senyum-senyum meladeni rakyat yang ingin berjabat tangan dengannya.
Artikel Terkait
Macam-Macam Rest Area di Jalan Tol
Sajian Makanan dan Minuman Khas Hari Raya
Kisah Banser Cianjur Jaga Posko Mudik Lebaran 2023: Tidak Pulang Kampung Demi Pemudik
Ucapan Lebaran yang Kerap Jadi Pilihan
Idul Fitri dan Semangat Merayakan Perdamaian
BMKG: Waspada Cuaca Panas dan Hujan Lebat
Sejarah Tunjangan Hari Raya (THR)
Lebaran Ala Maharani Devi, Duta Pariwisata Indonesia Favorit 2021
Mengapa Lebaran Berbeda
Jasa Marga Tambah Diskon Tarif 20 % Jalan Tol Trans Jawa