daerah

Catatan Mini Monografi KKN 254 UIN Bandung di Desa Bunisari Cianjur

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB
KKN 254 UIN Bandung di Desa Bunisari, Warungkondang, Cianjur. (FOTO: Ist)

Selain itu, Kepala Dusun setempat, Cecep atau yang akrab dipanggil Bapa BHS, menceritakan sosok Eyang Gagak Tunggara. Menurutnya, Eyang Gagak Tunggara adalah Adipati Kerajaan Pasundan yang pada akhir hayatnya memilih menetap di Desa Bunisari karena daerah ini dinilai tenteram, kaya akan potensi pertanian dan perkebunan, serta jauh dari kebisingan kota.

Selain kekayaan budaya dan sejarah, Desa Bunisari memiliki potensi alam yang melimpah, salah satunya Sumur Jali. Sumber air ini menjadi penyuplai air utama warga dan tidak pernah kering meski di musim kemarau panjang.

Kepala Desa Bunisari, H. Dedi Juhaeri, mengungkapkan bahwa Sumur Jali pernah dilamar oleh salah satu perusahaan air terbesar di Indonesia karena kualitas air dan tingkat keasamannya yang sangat baik sehingga aman langsung dikonsumsi.

"Namun, masyarakat menolak penawaran tersebut demi menjaga kelestarian sumber air bersama. Hingga kini, air Sumur Jali terus mengalir deras dan memberi manfaat nyata bagi warga," tuturnya.

Melalui program penulisan mini monografi ini, tim KKN 254 UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyimpulkan bahwa pembangunan suatu wilayah tidak hanya diukur dari fisik bangunan atau infrastruktur jalan, melainkan dari kemampuan masyarakatnya dalam merawat karakter, nilai, dan budaya.

Bagi masyarakat Desa Bunisari, doa adalah penguat langkah, ulama adalah penjaga arah, dan tradisi adalah rumah tempat masyarakat selalu pulang.

Halaman:

Tags

Terkini