Kondisi tersebut menjadi perhatian serius lantaran kapasitas riil jangkauan distribusi yang direncanakan panitia pada awalnya hanya berkisar pada nominal 3.000 paket logistik daging.
"Sekranag penerima manfaat itu kurang lebih sekitar 3.000, bahkan bisa lebih dengan non-kupon. Jadi kalau tadi untuk catatan sementara, pemohon ini sampai dengan 5.600," jelas K.H. Yosep Umar.
Guna merespons ketimpangan data tersebut, Yosep memastikan tim teknis lapangan akan melakukan penghitungan ulang secara komprehensif agar pembagian tetap berjalan objektif.
Pola pembagian dan ukuran per porsi paket akan disesuaikan kembali secara fleksibel dengan merujuk pada tonase bersih daging pasca-proses pengulitan dan penimbangan.
"Ini mudah-mudahan kita bisa memenuhi yang tadinya target ya, memenuhi... tetapi ya kondisinya seperti sekarang ini kita insya Allah bisa sampai dengan 3.000 lebih yang akan kita distribusikan," pungkasnya optimis.
Pihak Dewan Masjid Indonesia beserta seluruh panitia pelaksana berharap melalui pengawasan ketat dan sistem seleksi distribusi yang terukur, nilai sosial serta kemanfaatan hari raya Idul Adha tetap bisa menjangkau lapisan masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan di wilayah Kabupaten Cianjur.