JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mencatatkan tingkat kehadiran peserta didik yang cukup memuaskan dalam agenda Tes Kemampuan Akademik atau TKA jenjang Sekolah Menengah Pertama.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga berakhirnya pelaksanaan ujian pada pertengahan April 2026, mayoritas pelajar kelas IX telah menuntaskan evaluasi tersebut. Capaian ini menjadi tolok ukur penting bagi otoritas pendidikan setempat dalam memetakan kualitas pembelajaran di wilayah Cianjur.
Plt Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopiandi, mengungkapkan bahwa dari target sebanyak 29.096 siswa, sebanyak 27.603 anak atau setara 94,87 persen telah berpartisipasi aktif.
Ia menjelaskan bahwa para peserta tersebut tersebar di berbagai sekolah dan mengikuti ujian yang terbagi dalam empat tahap pelaksanaan. Kendati demikian, masih terdapat sekitar 1.493 pelajar yang belum bisa ikut serta karena berbagai alasan dan faktor teknis.
Ipan memaparkan bahwa pada fase awal ujian yang berlangsung antara 6 hingga 9 April, pihaknya sempat menghadapi tantangan berupa gangguan pada server pusat yang menghambat jalannya sesi pagi.
Selain masalah sistem, kendala sarana seperti terputusnya aliran listrik di beberapa satuan pendidikan, termasuk di SMPN 4 Cianjur dan SMPN 1 Gekbrong, turut mewarnai dinamika lapangan. Masalah koneksi internet juga dilaporkan menjadi salah satu faktor penghambat bagi sebagian kecil sekolah.
Data Disdikpora menunjukkan terdapat 669 siswa yang berhalangan hadir, sementara ratusan lainnya terdampak oleh gangguan server maupun kendala kelistrikan. Akibatnya, pada gelombang pertama dan kedua saja, tercatat ada 984 anak yang harus dijadwalkan ulang.
Lebih lanjut Ipan menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi seluruh hambatan tersebut untuk memastikan tidak ada siswa yang kehilangan haknya dalam mengikuti evaluasi akademik ini.
Situasi dilaporkan mulai membaik secara signifikan memasuki gelombang ketiga dan keempat yang diselenggarakan pada 13 sampai 16 April 2026. Pada periode ini, koordinasi di lapangan dianggap lebih matang sehingga proses ujian bagi lebih dari lima ribu siswa berjalan tanpa hambatan berarti.
Dia menyebutkan adanya peningkatan kesiapan teknis yang membuat jalannya tes jauh lebih optimal dibandingkan pada pekan pertama pelaksanaan.
Menindaklanjuti para siswa yang belum mengikuti ujian, Disdikpora Cianjur telah menyiapkan agenda ujian susulan yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 mendatang. Langkah ini diambil agar seluruh peserta didik kelas akhir memiliki nilai akademik yang lengkap.
Ia pun menyampaikan komitmennya bahwa fasilitas susulan akan diberikan secara penuh demi mengakomodasi para pelajar yang sebelumnya terkendala masalah teknis maupun alasan personal lainnya.