Journalnusantara.com, Nusa Tenggara Timur - Angin kencang yang menyertai hujan lebat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat sore (28/04/2023), pukul 14.30 waktu setempat atau WITA.
Dilansir dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menerima informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, sebanyak 4 warganya meninggal dunia.
Selain itu, BNPB menyebut 3 lainnya mengalami luka berat, dengan rincian 2 warga patah tulang dan 1 lainnya kritis. Warga yang kritis tersebut telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Caritas Waitabula.
Baca Juga: Kapolri Pastikan Jajaran Terus Siaga Layani Pemudik Hingga Arus Balik Lebaran
BPBD Provinsi NTT juga menyebutkan 1 warga luka ringan. Tercatat sebanyak 25 KK terdampak fenomena yang berlangsung di Desa Ate Dalo, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya. Meskipun adanya rumah rusak, tidak ada laporan warganya yang mengungsi.
Saat ini, BPBD setempat masih melakukan pendataan kerusakan pascabencana angin kencang tersebut. Pihaknya menerjunkan tim untuk pendataan, pertolongan dan pengoordinasian dengan pemerintah desa dan kecamatan terdampak.
Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan, secara umum wilayah NTT masih berpeluang hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Sedangkan wilayah Sumba Barat Daya berpotensi cerah berawan- berawan.
Baca Juga: Negara ASEAN yang Penduduknya Paling Banyak, Indonesia Nomor Berapa?
Menyikapi bahaya angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan lebat, BNPB mengharapkan pemerintah daerah dan warga untuk melakukan kesiapsiagaan dan pencegahan dini. Warga dapat memastikan kekuatan struktur dan kondisi atap kuat terhadap angin kencang.
"Warga dapat juga melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon yang berada di dekat rumah. Ini bertujuan untuk menghindari beban berat atau angin kencang pada pohon," terangnya.
Saat berada di luar ruang, warga agar menghindari berlindung di bawah pohon atau pun papan reklame. Hal tersebut supaya warga tidak tertimpa atau terkena obyek material saat angin kencang terjadi.
Baca Juga: Erick Thohir Ungkap Kegigihan Petinju Manny Pacquiao Melawan Kemiskinan
Artikel Terkait
Desa Wisata Percepat Pemulihan Ekonomi
Dinda Nur Safira, Puteri Indonesia Yogyakarta 2023, Anggun!
Memaknai Keberkahan Ramadan - 29
Semakin Jauh dari China, Taiwan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Guatemala
Cerita Gairah Liar Playboy Tajir
Alya Rohali Buka-bukaan Bareng Putu Ayu Saraswati Tentang 'Arti Puteri' Sesungguhnya
Cek Kesiapan KTT ASEAN, Presiden Sambangi Labuan Bajo
Erick Thohir Ungkap Kegigihan Petinju Manny Pacquiao Melawan Kemiskinan
Negara ASEAN yang Penduduknya Paling Banyak, Indonesia Nomor Berapa?
Kapolri Pastikan Jajaran Terus Siaga Layani Pemudik Hingga Arus Balik Lebaran