Analisis Kritis dan Solusi Implementasi Makan Bergizi Gratis di Daerah

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Selasa, 14 April 2026 | 05:48 WIB
MBG di daerah. (FOTO: Ist)
MBG di daerah. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM - Program Makan Bergizi Gratis kini menjadi tumpuan harapan baru bagi anak-anak di pelosok negeri untuk tumbuh menjadi generasi cerdas.

Namun di wilayah kategori terdepan, terluar, dan tertinggal seperti Desa Kapa-Kapa di Loloda Utara, tantangan alam masih menjadi penghalang utama yang harus dihadapi setiap hari.

Realitas lapangan menunjukkan bahwa kebijakan nasional seringkali berbenturan dengan kerasnya geografis di ujung utara Halmahera di mana akses logistik masih harus bertaruh nyawa.

Fenomena siswa yang harus menyeberangi sungai menggunakan rakit demi mendapatkan hak pendidikan dan asupan gizi mencerminkan perlunya pemetaan lapangan yang lebih akurat.

Pengambil kebijakan tidak boleh hanya melihat angka di atas kertas tanpa mempertimbangkan urgensi cuaca ekstrem yang sering berubah tiba-tiba.

Situasi ini bisa menjadi fatal apabila kebutuhan makanan anak-anak terhambat oleh infrastruktur yang belum memadai, terutama saat memasuki musim ujian atau cuaca buruk.

Kritik ini disampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai bentuk apresiasi agar pemerintah memberikan solusi nyata berupa pengadaan infrastruktur pendukung yang berjalan beriringan dengan program pangan.

Kita tidak ingin anak-anak terus menggantungkan harapan di atas rakit yang rawan terseret arus.

Sinergi antara kebijakan gizi dan pembangunan akses jalan serta jembatan adalah kunci agar pemerataan kesejahteraan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di perbatasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X