JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cianjur menggelar Orientasi Politik yang diikuti oleh 64 pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk memperkuat fondasi ideologi dan wawasan politik para kader yang tersebar dari Utara hingga Selatan Cianjur.
Orientasi Politik dilaksanakan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (6-7/12/2025), bertempat di Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, termasuk politisi internal PKB, pakar ilmu, birokrat, teknokrat, dan pengamat politik setempat.
Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan berfokus pada dua pilar utama: Ke-NU-an dan Ke-PKB-an.
“Materi tersebut mengulas sejarah panjang pergulatan teologi ahlusunah wal jamaah (Aswaja) serta dinamika yang melahirkan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi berhaluan Aswaja yang konsisten terhadap isu keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan peran strategis NU dalam politik kebangsaan yang pada akhirnya melahirkan PKB sebagai wadah politik baru untuk melanjutkan agenda-agenda keumatan di era reformasi.
Selain ideologi, peserta juga menerima materi mendalam tentang Politik dan Kepartaian. Hal ini ditekankan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai teori dan filsafat politik klasik hingga modern, termasuk dinamika kepartaian saat ini.
“Kami ingin kader memahami bahwa PKB adalah institusi politik yang berfungsi menjaga demokrasi dan supremasi sipil, dengan agenda utama fokus pada pemenuhan hak-hak politik rakyat,” ungkapnya.
Lebih jauh Kang Lepi sapaan akrabnya yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur ini menambahkan, materi isu-isu pembangunan juga menjadi bagian penting dari orientasi.
Hal ini disampaikan untuk menekankan bahwa peran partai tidak hanya terbatas pada urusan pemilu dan elektoral, tetapi juga bagaimana PKB dapat berkontribusi dalam merancang kebijakan yang berkorelasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagaimana kaidah ushul fiqh, yaitu Tashorruf al-Imam ala ar-Ra’iyah manuthun bi al-Maslahah. Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyatnya harus berlandaskan pada kemaslahatan umum,” tutupnya.
Artikel Terkait
Jadwal Acara TV Hari Ini, 7 Desember 2025: MNCTV, Indosiar, GTV, dan ANTV Banyak Program Seru Akhir Pekan
Cara Cek NIK dan Status DTSEN, Ada 5 Bansos Siap Cair Desember 2025
RAMALAN ZODIAK Cinta Hari Ini, 7 Desember 2025: Cancer Harus Duduk Bersama, Leo Dapat Kasih Sayang, dan Virgo Cari Pasangan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 7 Desember 2025: Produk UBS dan Galeri24 Kompak Amblas
Mutiara Pagi: Cinta Seorang Ibu (Bagian 2051)
Angka Korban Bencana Aceh Melonjak, 1,6 Juta Warga Terdampak
Respons Advokat Muda Galang Donasi untuk Korban Bencana Aceh, Dana Dibutuhkan Senilai Rp. 500 Juta
Pemkot Bandung Raih Peringkat ke- 2 Pada Gelaran Ketahanan Pangan Award 2025
Mahasiswa Pecinta Alam Cianjur Turun ke Jalan, Bantu Korban Bencana Sumatra-Aceh
Mutiara Pagi: Di Antara Puing dan Doa (Bagian 2052)