Journalnusantara.com, Bandung — Bidang Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Wilayah Jawa Barat, dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, menegaskan bahwa peringatan 25 November ini tidak boleh berhenti pada sekadar unggahan kampanye atau seruan simbolik semata.
Jika perubahan nyata adalah tujuan kita, maka gerakan penghapusan kekerasan ini harus dijalankan dengan keberlanjutan, kedisiplinan, serta keberpihakan yang jelas kepada para korban.
Kekerasan terhadap perempuan hari ini telah berevolusi, tidak lagi hanya hadir sebagai tindakan fisik yang tampak secara kasat mata. Kekerasan telah menjelma dalam berbagai bentuk, mulai dari aspek psikis, seksual, ekonomi, hingga digital termasuk pelecehan daring, penyebaran konten tanpa izin, hingga ujaran misoginis yang sayangnya masih dianggap "biasa" oleh sebagian kalangan masyarakat.
Ironisnya, banyak perempuan memilih untuk tetap diam dan tidak melawan bukan karena ketidakmauan, tetapi karena mereka berada dalam struktur sistem sosial yang belum mampu menyediakan ruang aman yang memadai bagi mereka untuk berani bersuara.
Terkait hal ini, Tela Mutia, selaku Bidang Perempuan BEM PTNU, memberikan penegasan. Ia menyampaikan pesan penting kepada para korban, "Jangan pernah takut untuk melapor. Melapor berarti membantu memutus rantai kekerasan agar tidak menimpa orang lain," ujarnya.
Dalam konteks yang lebih luas, mahasiswa PTNU Jawa Barat dituntut untuk menyadari bahwa nilai-nilai keislaman yang mereka junjung tinggi tidak pernah membenarkan segala bentuk kekerasan. Islam hadir dengan misi dasar untuk memuliakan derajat manusia, menegakkan prinsip keadilan, dan memberikan perlindungan menyeluruh bagi kelompok rentan.
Dengan demikian, upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan sesungguhnya merupakan bagian integral dari pengamalan nilai rahmatan lil ‘alamin, yakni rahmat bagi seluruh alam semesta.
BEM PTNU Wilayah Jawa Barat berdiri bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai suara moral yang bertanggung jawab untuk menyadarkan publik bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah persoalan kemanusiaan yang mendesak, bukan sekadar urusan domestik.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Renungan Hari Guru (Bagian 2039)
15 Link Download Twibbon Hari Guru Nasional 2025, dan Cara Menggunakannya
Federico Barba Diragukan Tampil Saat Persib Dijamu Lion City Sailors
Daftar Pemain Persib Hadapi Lion City Sailors, Adam Alis Ditinggal
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp40 Ribu, Waktunya Beli atau Jual?
3 Web Resmi Penghasil Saldo DANA Gratis, Simak Cara Dapat Uang Tanpa Ribet
PREDIKSI Lion City Sailors vs Persib: Head to Head, Susunan Pemain, Tayang Jam Berapa?
Duel Lion City Sailors vs Persib: Saddil Ramdani Tak Ingin Hasil Imbang
Cara Mudah Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini Sebesar Rp30 Ribu, Langsung Cair!
Tiket Persib vs Borneo FC di Super League Bisa Didapat dengan Promo Menarik