Journalnusantara.com, Kota Sukabumi - Grand final pemilihan Mojang Jajaka Kota Sukabumi 2024 dengan tema "Nonoman Masagi" diselenggarakan di Gedung Juang 45 pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2024.
Mojang Jajaka dituntut untuk menjadi pemuda pemudi yang mempunyai 4 pilar sebagai panutan yaitu luhung elumuna, jembar budayana, pengkuh agamana tur rancage gawena.
Penilaian tersebut dilihat dari berbagai sisi seperti pengetahuan, keaktifan peserta, melek digital, attitude, penampilan dan mannernya serta kesiapan dalam mengikuti kegiatan Mojang Jajaka Kota Sukabumi 2024.
Dengan kemampuan yang dimiliki Mojang Jajaka terpilih bisa mengaktifasi ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Sukabumi dan mampu berbaur dengan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat serta mampu menjadi pelopor pemuda.
Sebagai tambahan informasi berikut Top 10 Mojang Jajaka Kota Sukabumi 2024:
Top 10 Mojang
1. Ghaisani Insyira
2. Judith Kenyatta Assaf
3. Maudi Tri Wahyuni
4. Nadzifa Aurora Refha Hermansyah
5. Rah Arghea Adjanie
6. Salma Yusriyyah
7. Salvira Nuraiza
8. Yusfina Maulida Aziz
9. Zakia Nursyafiya Sidik
10. Ziyah Sakinah
Top 10 Jajaka
1. Aldi Lesmana
2. Diki Nurfikroh Supian
3. M. Dikri Abdillah
4. M. Viga Prayoga
5. Mochammed Fadliawan
6. Muhammad Fathan
7. Muhammad Ilham Hidayat
8. Muhammad Zahran Musyaffa Sanusi
9. Muhamad Ilham Ramdani
10. Safu Aji Dharma Kusuma
Dari berbagai sumber yang dihimpun, Gedung Juang 45 Sukabumi adalah salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, khususnya di Sukabumi.
Bangunan ini, yang terletak di pusat kota Sukabumi, telah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting sejak masa kolonial hingga kemerdekaan Indonesia.
Didirikan pada awal abad ke-20, Gedung Juang 45 awalnya dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda dan digunakan sebagai markas militer. Pada masa itu, Sukabumi merupakan salah satu daerah strategis yang menjadi basis pertahanan Belanda di wilayah Jawa Barat.
Arsitektur gedung ini mencerminkan gaya kolonial dengan dinding tebal dan jendela-jendela besar yang memberikan kesan megah dan kokoh.
Selama masa perjuangan kemerdekaan, Gedung Juang 45 beralih fungsi menjadi markas para pejuang Indonesia. Di sinilah para pejuang dari berbagai latar belakang berkumpul untuk merencanakan strategi melawan penjajah.
Banyak tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia pernah singgah dan berjuang di gedung ini.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, gedung ini pun menjadi simbol perjuangan rakyat Sukabumi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Artikel Terkait
Agama Bukan Sumber Konflik, Tetapi Sumber Kedamaian
Kala Panglima TNI dan Kapolri Berikan Pembekalan bagi Calon Perwira Remaja Tahun 2024
KRI Alamang, Kapal Cepat dan Canggih Milik TNI Angkatan Laut
Tanam Pohon 2 Juta Pohon Selama 18 Tahun, Selamatkan Banyak Hewan dan Tumbuhan
Yuk Bantu Anak Yatim Piatu Melalui LAZISNU Cianjur
Hijrah dan Strategi Pembangunan Masyarakat Islam - 02
Hijrah dan Strategi Pembangunan Masyarkat Islam - 03
Beberapa Fakta Menarik Suku Sunda, Ramah hingga Humoris
Prasangka Buruk: Perusak Hubungan dan Harmonisasi
Ratib Sabilurrahim (Dzikir dan Do’a Terbaik untuk Kemaslahatan Pribadi, Keluarga, dan Umum di Dunia dan Akhirat)