opini

Tidore, Jalan Damai Papua dan Indonesia

Jumat, 13 Januari 2023 | 12:05 WIB
Muliansyah Abdurrahman

Oleh: Muliansyah Abdurahman, Pemerhati Demokrasi dan Politik Lokal


JAS MERAH, kata yang sering kita ungkapkan di berbagai tempat, ternyata butiran kata ini pertama kali di dengungkan oleh sang proklamator kita Ir.Soekarno, sosok pemimpin muda yang berkarakter dalam menjadikan Indonesia sebagai bagian dari sejarah dunia.

Tengok negeri-negeri wilayah bagian Indonesia timur, negeri yang tak asing dari sejarah dunia, negeri bertuan yang memiliki masa lalu yang sangat dhasyat.

Tidore adalah salah satu negeri yang dikenal Berjaya di abad ke 13, memiliki andil besar terhadap dunia Eropa atas kekayaan alam rempah-rempahnya, kerinduan atas penjajahan bangsa-bangsa barat (yakni, spanyol, belanda, inggris dan portugal). Negeri yang tak sebanding di masa kini dengan bangsa besar itu, tetapi di masa lalu adalah menjadi bagian dari kekuatan timur di wilayah pasifik dan disegani.

Baca Juga: Penyerangan Polisi di Malam Tahun Baru di Kota New York

Berkonstribusi atas berdiri tegaknya bangsa Indonesia menjadi NKRI, Tidore-lah yang menentukan sikap agar bangsa – bangsa Melanesia atas memiliki kurang lebih 15 juta penduduk di wilayah Indonesia bagian timur (NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat) agar menjadi bagian kedaulatan dari NKRI.

Tidore, pilihan menjadi bagian dari sekutu Belanda, berdiri menjadi negara sendiri atau memilih Bersama bangsa lain mendirikan Indonesia. Tiga pilihan politik inilah, dengan bijak dan berdiri tegak atas bagian dari NKRI.

Ingat bahwa Tidore juga sebelumnya punya kedaulatan politik tersendiri, Tidore punya negara sendiri dan Tidore punya kerajaan sendiri yang terbentang dari pulau Timor, Laut Seram, Halmahera hingga Tanah Papua. Namun seolah – olah negara ini lupa atas jasa – jasa Tidore masa silam itu, peran Tidore menjadi bagian penting di wilayah Indonesia Timur hingga kini, wilayah Timor, Maluku dan Papua hingga pasifik lainya merupakan satu kultural kehidupan yang tak bisa di pisahkan satu sama lain.

Baca Juga: Tayangan Netflix Terbaru Bulan Januari 2023: Ada Noktah Merah Perkawinan

Walaupun di pecah – pecah menjadi sejumlah pemerintahan daerah di wilayah tersebut, tapi tak bisa di pecah secara emosional kehidupan kultural yang tertanam suatu nilai selama ini, hitam kulitnya – keriting rambutnya mereka adalah bangsa yang sama.

Idonesiakan Papua

Mengindonesiakan Papua bukan berarti menjajah Papua, menghadirkan Papua bukan berarti membunuh Papua, membangun Papua bukan berarti membodohkan Papua, tetapi Papua tetap menjadi Papua, Papua adalah Tidore, Papua adalah Indonesia. Tak ada dikotomi dalam merumuskan suatu nilai – nilai kehidupan yang sudah menjadi turun temurun dari setiap generasi, kapanpun generasi masa kini dan masa akan datang akan bertalian generasi – generasi di masa depan.

Tak bisa juga Papua harus di Indonesiakan, tetapi Papua harus menjadi satu kehidupan dengan bangsa – bangsa lain di tanah, udara dan laut yang menjadi kesepakatan Bersama dengan anak negeri yang lain.

Baca Juga: Shah Rukh Khan Cameback, Berikut 7 Film India Rilis Januari 2023

Tak bisa juga main – main dengan Papua, main – main dengan Tidore, karena Tidore dan Papua adalah satu mata rantai kehidupan yang tak bisa di pisahkan sejak dulu kala hingga kini.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB