opini

Penyerangan Polisi di Malam Tahun Baru di Kota New York

Jumat, 13 Januari 2023 | 08:15 WIB
Imam Shamsi Ali (Seth Wenig)

“Performing Hajj is a must. It’s obligatory. But you can’t go for hajj using stolen money” (hajj itu wajib. Tapi anda tidak mungkin dibenarkan melaksanakan haji dengan uang curian).

Dia nampak tersenyum dan mengangguk. Dia kemudian mengatakan bahwa dia terlalu ikut emosi.

Saya katakan bahwa emosi itu memang menjadi bagian dari beragama. Hanya saja emosi dalam beragama tidak cukup. Bahkan jika tidak dibarengi ilmu yang cukup justeru sangat berbahaya.

Dia kembali mengangguk dan menyatakan: “yes I agree”.

Setelah berbicara panjang lebar yang tentunya tidak semuanya dituliskan di sini, saya mengingatkan: “anda tahu kalau esensi dasar Islam itu damai dalam ketaatan (peace with obedience). Damai dengan Pencipta, damai dengan diri sendiri. Dan juga damai dengan orang lain, bahkan lingkungan sekitar”.

Baca Juga: Sejarah Singkat YPI Syariful Anwar Pasir Anta Sukaluyu Cianjur

Saya juga ingatkan bahwa karakter terpenting dari Islam itu adalah “compassion” (rahmah). Maka sebagai orang Islam, kita kedepankan Karakter ini dalam menjalani hidup. “You just need to learn more. And remember, you need a teacher, a mentor to guide you in understanding Islam”. Saya anjurkan agar dalam mempelajari Islam perlu guru dan mentor.

Saya juga menasehatkan: “please do more self reflection” (lakukan banyak perenungan).

Saya mengakhiri percakapan itu dengan pertanyaan yang tadinya saya khawatir menanyakannya. Jangan-Jangan tersinggung atau marah karena mengungkit sesuatu yang sensitif.

“Don’t you feel guilty with your action on the night?” (Tidakkah anda merasa bersalah dengan apa yang anda lakukan malam itu?). Maksud saya menyerang polisi yang sedang bertugas dengan pisau.

Dia menganggukkan kepalanya. Tapi saya belum melihat tanda-tanda penyesalan di wajahnya. Tapi tiba-tiba dia menyelah: “I am sorry. I am wrong”.

Saya jabat tangannya dan berkata: “Allah is Most Loving and Most Merciful. He is Off-Forgiving” (Allah itu Maha mencintai dan Maha Penyayang. Dia juga Maha mengampuni dosa-dosa dan kesalahan).

Saya pamit. Tapi berjanji akan kembali mengunjunginya dalam waktu dekat…

Dari insiden ini ada dua hal penting yang menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Satu, betapa tidak adilnya media ketika mengekspos peristiwa kejahatan. Hanya Islam yang selalu dikaitkan dengan pelaku. Dua, betapa bahaya beragama dengan emosi tanpa pemahaman dan ilmu yang cukup.

Semoga Allah menjaga!

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB