Kesalahan terbesar kita adalah bahwa seringkali kita mengira bahwa kita “memiliki banyak waktu”
“Esoklah, aku shalat”, ujarnya.
Lalu esoknya dia dishalatkan.
(Naudzubillah)
Kita selalu bilang nanti saja aku shalat,
nanti saja aku tutup aurat,
nanti saja aku taubat,
nanti saja aku ngaji,
nanti, nanti dan nanti.
Baca Juga: Tahapan Pemilu 2024, Cek Waktunya Disini
Padahal kita sangat tahu bahwa kematian bisa datang kapan saja, dan kematian adalah suatu kepastian bagi seluruh makhluk yang bernyawa.
Dengan firman Allah,
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
(QS.al-'Ankabut/29:57)
Sungguh dari kematian kita belajar bahwa hidup di dunia hanya sementara.
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.”
(QS. Al-'Ankabut/29: 64)
Baca Juga: Mengubah Pola Do'a
Maka beramallah.
Karena sungguh hakikat pembalasan itu di akhirat.
Pikiran kebanyakan anak muda di akhir zaman seperti ini.
Hidup tanpa tujuan dan cita-cita
Hidup hanya ingin bergaul
Hidup hanya ingin mencari pacar
Hidup hanya ingin memuaskan diri
Hidup hanya ingin memamerkan kekayaan
Dikira hidupnya masih panjang.
Jangan lupa waktu muda kita akan ditanya.