opini

Ponpes Al-Zaytun: Sinkretisme - Eklektisisme?

Sabtu, 1 Juli 2023 | 04:38 WIB
Panji Gumilang (Kiri) dan Ponpes Al-Zaytun(Kanan)

Oleh: KH As'ad Ali

Panji Gumilang, pemilik ponpes Al-Zaytun menjadi sorotan publik karena pandangan keagamaan yang “nyeleneh“ berbeda dengan pandangan kaum muslimin umumnya.

Sebelum mendirikan ponpes, ia adalah komandan wilayah 9 (KW 9) Darul Islam / Negara Islam Indonesia (DI /NII). Setelah tertangkapnya Kartosuwirya pada 1962, DI/NII dilarang, otomatis KW 9 juga bubar.

Setelah dibubarkan, banyak anggota ex DI/NII termasuk Panji Gumilang kemudian direkrut oleh aparat intelijen dan selanjutnya dilibatkan dalam meredam agresivitas PKI sejak 1963.

Bermula dari kegiatan perlawanan terhadap PKI inilah, Panji Gumilang (PG) berkenalan dengan para perwira militer / intelijen khususnya intelijen Angkatan Darat.

Baca Juga: Fun Bike Polres Cianjur, Agus Menangkan Hadiah Sepeda Motor

Panji Gumilang, pada satu sisi memanfaatkan kedekatannya tersebut untuk mendirikan ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan pada sisi lain, aparat keamanan dan intelijen menggandeng PG di samping untuk melawan komunis, juga sebagai upaya guna mencegah aktivis DI / NII kembali mengangkat senjata .

Sejak semula, Panji Gumilang (PG) memang tertarik mendalami agama Islam, khususnya ajaran Isa Bugis, seorang ustadz yang berasal dari Aceh.

Pada awal 1970-an, PG menjadikan pengikutnya ex DI/NII sebagai pengikut Ajaran Isa Bugis terutama di daerah Cisaat, Sukabumi.

Akibatnya terjadi konflik dengan masyarakat sekitar yang menolak kegiatan mereka dan menganggapnya sebagai aliran sesat.

Ajaran Isa Bugis yang kontroversial itulah kemudian diajarkan diponpes Al-Zaytun. Para pengamat umumnya memandang Ajaran Isa Bugis yang kemudian diadopsi oleh Al-Zaytun, sejatinya merupakan pemahaman Islam berdasarkan pemikiran “Synkretisme“ dan “Eklektisisme”.

Synkretisme merupakan suatu faham yang menggabungkan atau menyampurian ajaran berbagai agama menjadi “ ajaran baru “.

Baca Juga: Haji Itu Miniatur Kehidupan

Sedangkan Eklektisisme merupakan pola pikir yang sejalan dengan Synkretisme yaitu suatu faham yang mengambil berbagai pendapat atau theory yang dianggapnya benar untuk digabung menjadi suatu “pendapat baru“.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB