opini

Mahfud MD versus Komisi III DPR: Sebuah Babak Baru Pemberantasan Korupsi

Selasa, 11 April 2023 | 07:53 WIB
Mahfud MD saat Rapat bersama Komisi III DPR-RI .* (Tangkapan layar video Parlemen TV)

Oleh : Nanang Gojali (Dosen FISIP UIN Bandung)

Berawal dari laporan ketua PPATK yang disampaikan secara terbuka oleh Mahfud MD selaku menkopolhukam, bahwa diduga ada transaksi mencurigakan di dirjen pajak dan bea cukai kementerian keuangan RI. Nominalnya tidak tanggung-tanggung, 349 trilyun. Dugaan fenomenal ini mencuat ke publik, trigernya adalah kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy anak seorang pejabat pajak terhadap David anak seorang fungsionaris Banser NU.

Dalam rangka melaksanakan fungsi pegawasan, kemudian komisi III DPR mengundang Mahfud MD dalam kapasitasnya sebagai mekopolhukam yang juga sebagai komnas TPPU untuk didengar penjelasannya. Sebelumnya, komisi III juga telah mengundang ketua PPATK untuk keperluan yang sama.

Dalam acara rapat dengar pendapat (RDP) dengan ketua PPATK, tampak ketua komisi III sangat mendominasi bahkan ketua PPATK terkesan seperti sedang diinterogasi oleh ketua komisi III, Beny Kaharman, yang menurut Mahfud layaknya menginterogasi seorang copet. Padahal secara kelembagaan, DPR dengan PPATK adalah mitra sejajar.

Pada agenda yang sama dengan menkopolhukam, tampaknya komisi III DPR akan memperlakukan hal yang sama dengan kepada ketua PPATK. Sebanyak 24 pertanyaan dari sejumlah anggota komisi mengajukan pertanyaan yang bernada apriori terhadap penjelasan menteri yang berasal dari Madura itu. Adalah Arteria Dahlan anggota komisi III yang paling vokal dan sabgat _ngeyel_. Bahkan ia sampai mengeluarkan kata-kata bernada ancaman akan memperkarakan Mahfud karena dianggap telah melanggar aturan.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Trilyun di Kemenkeu, Begini Respon Sri Mulyani

Sebagai pejabat negara yang sudah malang melintang di parlemen maupun di pemerintahan, baik sebagai mantan politisi di DPR, sebagai mantan hakim MK, menhnkam era presiden Gusdur maupun sebagai akademisi, pada malam itu Mahfud benar-benar menunjukkan kelas dan kapasitas intelektualnya yang mumpuni. Bahkan kelihatan sekali keberaniannya khas anak Madura. Bukan hanya mampu menjawab seluruh pertanyaan semua penanya dengan argumentasi dan data, tetapi juga ia berani memberikan _warning_ keras kepada siapapun anggota DPR yang diduga menerima aliran dana dari transaksi yang mencurigakan itu. Dengan tanpa tedeng aling-aling, Mahfud menyebutkan kalau anggota DPR juga banyak yang terlibat makelar kasus (MARKUS). Mendengar penjelasan Mahfud yang blak-blakan itu, seluruh anggota komisi III banyak yang _melongo_ terkesima. Bahkan ketua komisi III dan Arteria Dahkan sang vokalis dibuat bungkam seribu bahasa sambil menunjukkan gestur _ngeri-ngeri sedap_.

Peristiwa di gedung parlemen malam itu benar-benar spektakuler, mungkin baru pertama kali ada acara RDP DPR dan Pemerintah seseru malam itu. Sebuah pertarungan yang penuh dengan pertaruhan dan konsekuensi, baik untuk Mahfud maupun untuk sejumlah anggota komisi yang tidak mau masalah itu terbongkar karena mereka merasa terlibat dengan transaksi janggal yang akan dibongkar itu. Apa yang dilakukan Mahfud MD dipandang banyak orang sebagai langkah berani yang selama ini ditunggu rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi dalam bentuk _money laundering_ yang amat sangat sulit diberantas.

Politisi boleh saja mencurigai apa yang dilakukan Mahfud adalah sebuah manuver dalam rangka mencari panggung elektabilitas untuk menghadapi tahun 2024. Ini terungkap dari ketua fraksi PDIP yang mempertanyakan kenapa Mahfud baru membukanya sekarang padahal ia menjabat menkopolhukam sudah tiga tahun. Menurut Mahfud bahwa sebelumnya ia tidak begitu tertarik dengan masalah ini. Bahwa ia mulai tertarik dan termotivasi ingin membongkar masalah ini setelah mencuatnya kasus Rafael Alun Trisambodo, pejabat pajak yang mempertontonkan kekayaannya yang tak wajar.

Baca Juga: PN Jakpus Putuskan Pemilu 2024 Ditunda, Mahfud MD: Sensasi Berlebihan

Secara teologis, apa yang dilakukan Mahfud MD dapat dianalisis sbb:

1. Jika segelintir dari suatu kaum sudah banyak melakukan upaya jahat baik secara sendiri-sendiri maupun konspirasi, sementara masih banyak orang baik namun tidak bisa berbuat apa-apa, maka Allah tidak akan membiarkan orang-orang baik yang tidak berdaya itu terus teraniaya. Allah akan _turun tangan_ sendiri, dengan cara-Nya sendiri memberikan pertolongan. Maka Mahfud MD adalah seseorang yang dipilih Allah untuk memberantas kejahatan korupsi di negeri yang kata raya ini.

2. Apa yang dilakukan Mahfud MD adalah sebuah pintu masuk untuk memberantas kejahatan TPPU yang nilainya jauh lebih besar ketimbang korupsi atau gratifikasi. Kesuksesan Mahfud tidak berhenti di rapat dengar pendapat, tetapi yang lebih penting akan sangat bergantung kepada respon para penegak hukum terutama KPK. Selain itu, akan sangat ditentukan oleh kualitas keikhlasan Mahfud dalam perjuangan yang sangat berat ini. Jika ia benar-benar berjuang tanpa pamrih dan tanpa kepentingan apapun, maka dukungan rakyat dari berbagai lapisan akan terus mengalir dan menggumpal menjadi kekuatan penekan terhadap para penegak hukum untuk menindaklanjutinya.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset, DPR RI Tunggu Naskah Akademik dari Pemerintah

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB