Sementara itu, dalam pengantar buku "Hajjaj bin Yusuf Algojo Bani Umayyah, Belajar dari Kehidupan Penguasa Otoriter", yang ditulis oleh Manshur Abdul Hakim, disebutkan bahwa Hajjaj bin Yusuf adalah seorang gubernur dan tangan kanan Khalifah Abdul Malik bin Marwan (Khalifah ke-4 Dinasti Bani Umayyah). Namun peran Hajjaj lebih terkenal sebagai algojo Bani Umayyah.
Dengan kekuasaan yang diberikannya, Hajjaj bin Yusuf tidak segan-segan meneror dan membunuh rakyatnya yang tidak sejalan dengan kebijakan penguasa. Yang terbunuh di tangannya hingga puluhan ribu nyawa, tidak peduli itu sahabat nabi, ulama maupun rakyat jelata. Tidah harus kesalahan besar, untuk kasus ringan pun dapat kehilangan nyawa.
Baca Juga: Konser Amal Gempa, Siswa MAN 2 Cianjur Tampilkan Kreasi Seni Musik Kontemporer
Namun di sisi lain, Hajjaj bin Yusuf juga dikenal suka membaca Al-Qur’an, memuliakan ahlul Qur’an, pandai berorasi, dermawan, tidak suka memperkaya diri, dan tidak pernah mengkhianati khalifahnya. Namun seolah kebaikannya terhapus oleh keburukannya yang kelewat kejam. Khalifah Umar bin Abdul Aziz (Khalifah ke-7 Dinasti Bani Umayyah) berkata, “Andaikata setiap kaum datang membawa dosa-dosanya, maka kaum kami (Bani Umayyah) akan mengungguli mereka akibat dosa yang dibawa oleh Hajjaj bin Yusuf.”
Buku setebal 476 halaman yang ditulis oleh pakar sejarah Islam ini memaparkan secara luas tentang figur Hajjaj, mulai dari asal usul kabilahnya, kepribadian, kondisi dinasti Bani Umayyah di masa Hajjaj, pengepungan terhadap Ibnu Az-Zubair di sekitar Ka’bah, kaum Khawarij, orasi-orasi Hajjaj, perempuan di seputar kehidupan Hajjaj, pembunuhan Said bin Jubair, serta akhir hayatnya yang mengenaskan, serta komentar para ulama terhadap figur Al-Hajjaj.
Model Al-Hajjaj dalam Pusaran Konflik
Al-Hajjaj adalah generasi tabi'in. Dia bukan khalifah, tapi memperoleh mandat yang besar dari Khalifah pada awal Dinasti Umayah.
Sejak syahidnya Hasan dan Husen, pola makar terhadap Islam dan umat Islam telah terbentuk dan telah menemukan polanya, sehingga kejadian serupa terus berulang dalam sejarah, sekaligus memberi jalan untuk mengenali gerak gerik serta memahami gerakan konspirasi itu secara lebih mudah.
Dalam sejarah terbunuhnya Tiga Khalifah terakhir sampai syahidnya Hasan dan Husen, ditemukan pola bagaimana sosok antagonis seperti Al-Hajjaj bisa muncul ke permukaan sejarah. Sejarah telah memunculkan sosok-sosok kontroversial dan antagonis yang serupa dengan Al-Hajjaj, seperti: Abu Lu'luah, Ibnu Saba, Ibnu Muljam, Ubaidillah dan Umar bin Sa'ad.
Baca Juga: SMA Al-Ittihad Cianjur, Sekolah Swasta Paling Bayak Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri Jalur SNBP 2023
Kesimpulan penting dari tulisan yang barangkali sangat penting dibaca ini adalah bahwa pembagian Al-Qur’an terdiri 30 juz adalah inisiatif Al-Hajjaj bin Yusuf, seorang yang bengis dan kontroversial pada masa dinasti Umayyah. Tangannya berlumur darah para ulama yang tidak berdosa.
Wallahu a’lam