Oleh: Nanang Gojali (Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Cianjur)
Sebagaimana diketahui, cetakan Al-Qur'an di seluruh dunia saat ini dibagi ke dalam 30 Juz yang menekankan pada pemerataan relatif pada setiap Juz. Akibatnya, terjadi pemenggalan pada 21 Suwar (bentuk plural dari Surah) dalam Al-Qur'an.
Pembagian Al-Qur'an menjadi 30 Juz sebagaimana yang kita kenal saat ini, bukan merupakan bagian dari apa yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.
Pembagian Juz ini juga tidak dikenal pada generasi sahabat. Pembagian Al-Qur'an pada masa sahabat yang terkenal adalah: Bagian pertama, tiga surat pertama setelah Al-Fatihah (Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa). Bagian kedua, 5 surat berikutnya. Bagian ketiga, 7 surat berikutnya. Bagian keempat 9 surat berikutnya. Bagian kelima 11 surat berikutnya. Bagian keenam 13 surat berikutnya. Bagian ketujuh surat berikut sisanya mulai surat Qaf sampai surat An-Nas.
Pembagian menjadi tujuh bagian ini untuk memudahkan para sahabat mengkhatamkan Al-Qur'an setiap minggu.
Baca Juga: Duta Genre Kota Bogor 2022 Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Daerah
Kapan dan siapa yang membagi Al-Qur'an menjadi 30 Juz seperti yang kita kenal sekarang? Ini pertanyaan penting untuk diketahui jawaban historisnya yang belum banyak diketahui oleh kaum muslimin.
Para ulama menyebutkan bahwa pembagian mushaf Al-Qur'an menjadi 30 Juz ini adalah para cendekiawan Irak atas perintah Al- Hajaj bin Yusuf.
Al- Hajjaj bin Yusuf (661 M/40 H -714 M/ 95 H) adalah penguasa, politisi, dan Menteri Pertahanan pada zaman Kekhilafahan Umayyah.
Dia merupakan sosok yang kontroversial dan pelik dalam sejarah awal umat Islam. Dikenal sebagai seorang penguasa yang cerdas namun keras dan kejam, sehingga dia bertanggung jawab atas kematian ribuan jiwa.
Imam Adz-Dzahabi berkata tentang Al-Hajjaj bin Yusuf: “Al-Hajjaj, Allah memusnahkannya di bulan Ramadhan tahun 95 Hijrah dalam keadaan tua. Dia adalah seorang yang zhalim, bengis, naashibi (pembenci Ahlul Bait), keji, suka menumpahkan darah, memiliki keberanian, kelancangan, tipu daya, dan kelicikan, kefasihan, dan ahli bahasa..."
"Aku telah menulis tentang sejarah hidupnya yang buruk dalam kitabku _At-Tarikh al-Kabir,_ mengenai pengepungannya terhadap Ibnu az-Zubair dan Ka’bah, serta perbuatannya melempar Ka’bah dengan manjaniq, penghinaannya terhadap penduduk Al-Haramain, penguasaannya terhadap Irak dan wilayah timur, semuanya selama 20 tahun."
Baca Juga: Mudik Lebaran Lebih Cepat via Tol Cisumdawu
"Juga peperangannya dengan Ibnul Asy’ats, sikapnya yang suka melambat-lambatkan dalam menunaikan salat. Maka kami mencelanya, dan kami tidak mencintainya, sebaliknya kami membencinya karena Allah.” (Siyar A’lam An Nubala’, 4/343).
Deskripsi lebih lanjut tentang sosok Al-Hajjaj berikut ini dibutuhkan untuk memberikan gambaran bahwa pembagian Al-Qur'an menjadi 30 Juz sebagaimana yang dikenal secara luas saat ini di dunia Islam, ternyata dilakukan oleh seorang sosok yang telah menimbulkan kontroversi pelik dalam sejarah awal Islam.