(Belajar dari kearifan Al-Malik al-Dilleel)
“Berhentilah, mari kita menangis
mengenang kekasih dan tempat tinggalnya”
pesan Al-Malik al-Dilleel
dalam sebuah puisinya
seperti pengembara
tiba-tiba menghentikan kudanya
begitulah bayang-bayang masa lalu
menyapa dengan syahdu
setiap kenangan memiliki makna
yang berharga dalam kehidupan kita
siapa pun tidak boleh melupakannya
masa lalu yang membentuk diri kita
di tempat yang kini jadi kenangan
air mata menjadi bahasa ketenangan
bahwa cinta yang pernah hidup
tidak pernah benar-benar redup
mungkin hanya pergi sementara
dan tetap tinggal di dalam dada
maka berhentilah sejenak
jangan pernah menolak
sebelum semua perjalanan
membawa kita menyusuri kehidupan
berhentilah, mari kita menangis
menangis bersama-sama
setelah berhenti menangis
renungkan tempat terakhir kita
bahwa di tempat yang sunyi itu
yang ada hanya cerita tentang cinta
akan dikenang dari waktu ke waktu
oleh mereka yang mengingat kita
Malang, 9 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal