opini

Koperasi Desa Merah Putih sebagai Masa Depan Kemandirian Desa

Jumat, 9 Januari 2026 | 05:51 WIB
Ilustrasi Koperasi Merah Putih. (Dok)

Program KDKMP atau Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih adalah Program Strategis Nasionalnya Presiden Ke-8 Bapak Prabowo Subianto, dengan langkah cepatnya melakukan program berbasis kerakyatan, dimana Desa kembali menjadi ujung tombak dalam kebijakan pemerintah ini.

Akhir tahun 2025 lalu seluruh Desa mengajukan permohonan Pembuatan Gedung Kopdes ini, ada beberapa ribu yang sudah mulai dibangun, arah pembangunan nasional semakin tampak dan langsung menyentuh level desa, bukan hanya Transfer Dana Desa tetapi juga lewat Program ini yang tergolong tematik berskala besar.

KDMP membawa angin segar tetapi sekaligus memunculkan kekhawatiran baru, apakah desa semakin mandiri atau justru dininabobokan yang terus bergantung. Hal ini menjadi penting untuk KDMP terus mendapatkan pendampingan hingga sukses.

Koperasi sudah seharusnya menjadi “Soko Guru” bagi perekonomian bangsa, Koperasi memiliki sejarah panjang di desa bahkan dunia. Israel adalah negara di dunia yang dibangun dengan menerapkan sistem koperasi, bahkan dijadikan pondasi dan tulang punggung pembangunan negeri itu.

Ada dua model koperasi yang mereka bawa dan kembangkan, yaitu kibbutz dan Moshav. Kibbutz adalah pemukiman berbasis koperasi pertanian yang diatur sangat ketat, mereka tinggal dan bekerja bersama di koperasi, akumulasi dana cadangan (reserve fund) terus membesar, mereka kemudian berinvestasi dengan mendirikan perusahaan baru atau membeli perusahaan-perusahaan di berbagai negara yang terus-menerus mengalirkan keuntungan kepada individu warga negara Israel tanpa harus bekerja.

Selain itu, koperasi moshav diatur secara lebih longgar. Setiap individu adalah petani keluarga yang otonom, namun tetap bekerja dengan prinsip koperasi. Mereka mendapatkan bagian sesuai dengan besarnya investasi dan juga banyaknya transaksi dikoperasi.

Kembali ke Kopdes Merah Putih, diharapkan menjadi jawaban atas apa yang terjadi selama ini, Koperasi bisa menjadi Lawan Tanding Kapitalisme. Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta pernah mengatakan bahwa bila koperasi itu telah beririsan 100 Persen dengan desa maka makmurlah masyarakat desanya dan makmurlah bangsanya.

Walaupun memang Kebijakan ini secara Top Down, tetapi bisa kita pergunakan dengan partisipasi (dari.. oleh.. dan untuk.. anggota) bukan hanya penugasan struktural saja. Di Kementerian Koperasi ada Project Management Officer dan Bussines Assistant ini bisa menjadi pendamping koperasi merah putih agar mendampingi arah usaha, mitra dan skema bisnis koperasi menjadi lebih terarah.

Akselerasi KDMP berperan sebagai penghubung antara produsen lokal masyarakat desa dan kebutuhan program lainnya. Skema ini tampak ideal: petani/nelayan dan pelaku usaha desa mendapat pasar, koperasi memperoleh peran strategis dan nilai tambah perputaran ekonomi tingkat lokal, belum lagi gerai pos yang bisa menjembatani antara produsen lokal ke nasional, dengan konsep Koperasi Modern, sejatinya ekonomi tidak hanya berputar di pusat ibu kota, tetapi bisa merata sampai ke daerah tertinggal, tinggal menyiapkan infrastruktur yang memadai.

Masa Depan Indonesia bisa menjadi Titik Tolak hadirnya Kopdes Merah Putih ini, asalkan pengelolaannya baik, Komunikasi antara Pengurus KDMP, Pemerintah Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas berjalan dengan efektif, pengurusnya mengerti Koperasi dan pengawas bisa mengawasi sesuai tupoksinya dan KDMP bisa menjadi pijakan menuju desa yang mandiri, berdaulat dan sejahtera.

Cianjur, 8 Januari 2026
Saeful Lukmanul Hakim, M.Sos.
Dosen Kewirausahaan UNPI Cianjur
Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIS Sukabumi
Lakpesdam PCNU Kabupaten Cianjur

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB