Oleh: Agung Wibawanto
Negara fasis adalah suatu sistem pemerintahan yang ditandai oleh adanya kontrol yang kuat dari pemerintah terhadap masyarakat, ekonomi, politik dan kehidupan sosial. Berikut adalah beberapa ciri-ciri utama negara fasis:
Ciri-Ciri Utama Negara Fasis
1. Kontrol Pemerintah yang Kuat: Pemerintah fasis memiliki kontrol yang sangat kuat terhadap semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi, pendidikan, media, dan kehidupan sosial.
2. Dictatorship (Kediktatoran): Negara fasis biasanya dipimpin oleh seorang diktator yang memiliki kekuasaan absolut dan tidak terikat oleh konstitusi atau hukum.
3. Nasionalisme Agresif: Negara fasis seringkali memiliki nasionalisme yang agresif dan ekspansif, yang dapat menyebabkan konflik dengan negara-negara lain.
4. Militarisme: Negara fasis seringkali memiliki militer yang kuat dan agresif, yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan dan menyebarluaskan ideologi fasis.
5. Penindasan terhadap Oposisi: Negara fasis seringkali menindas oposisi dan kebebasan berbicara, dengan menggunakan kekerasan, penangkapan, dan sensor untuk mempertahankan kekuasaan.
6. Ideologi Totaliter: Negara fasis memiliki ideologi totaliter yang menekankan kekuasaan absolut negara dan menghilangkan kebebasan individu.
7. Kontrol Ekonomi: Negara fasis seringkali memiliki kontrol yang kuat terhadap ekonomi, termasuk industri, perdagangan, dan keuangan.
8. Propaganda: Negara fasis seringkali menggunakan propaganda untuk mempromosikan ideologi dan kebijakan mereka, serta untuk memanipulasi opini publik.
Contoh Negara Fasis
Beberapa contoh negara fasis yang terkenal adalah:
1. Jerman Nazi di bawah Adolf Hitler (1933-1945)
2. Italia Fasis di bawah Benito Mussolini (1922-1943)
3. Spanyol Fasis di bawah Francisco Franco (1939-1975)
4. Portugal Fasis di bawah António de Oliveira Salazar (1933-1968)
Dampak Negara Fasis
Negara fasis dapat memiliki dampak yang sangat negatif terhadap masyarakat, termasuk:
1. Penindasan kebebasan berbicara dan oposisi
2. Kekerasan dan penangkapan terhadap lawan politik
3. Diskriminasi dan penindasan terhadap minoritas
4. Perang dan agresi terhadap negara-negara lain
5. Kerusakan ekonomi dan kemiskinan
Dalam keseluruhan, negara fasis adalah suatu sistem pemerintahan yang sangat otoriter dan represif, yang dapat memiliki dampak yang sangat negatif terhadap masyarakat.
Bangsa ini tengah dibawa ke arah itu. Karena ingat, siapa presiden Indonesia saat ini? Seorang militer yang pernah dipecat dari kesatuannya bahkan dari TNI. Ia juga dinyatakan bersalah melanggar aturan kemiliteran.
Itu semua sebagai akibat dari perilaku bengisnya kepada rakyat yang kritis melawan rezim orba (ketika itu). Ia menggunakan Kopasus sebagai alat menculik, menyiksa hingga membunuh aktivis. Sebagian korban masih belum diketahui keberadaannya (hidup atau mati).
Sebagian ia rekrut menjadi anggota partai Gerindra untuk menebus kesalahannya. Untuk dijadikan alibi bahwa tidak mungkin ia berbuat begitu karena sebagian korban mau bergabung padanya. Rakyat tidak bodoh bagaimana keji dan licik permainan politik.
Kini ia memegang tampuk kekuasaan paling tinggi di republik ini. Ia tarik orang2 kepercayaannya dan ia rekrut mereka yang mau memujanya. TNI/Polri dan lembaga hukum sebagai alat negara dijadikannya sebagai alat pemerintah (terutama alat kekuasaan presiden).
Ia terobsesi kepada gaya pemerintahan mertuanya dulu di era orba. Suharto memegang seluruh kekuasaan dan fungsi lembaga negara berada di satu tangannya. Militer dan polisi ia kerahkan untuk menghantam setiap gerakan oposisi. Tidak akan pernah boleh ada yang melawan.
Inilah mengapa kini disebut Indonesia Gelap, karena konstitusi sudah tidak berfungsi. Ia mengubah sistem pemerintahan yang demokratis menjadi totaliter dan fasis. Pameran lukisan dibredel, pentas teater dilarang, lagu (bayar polisi) diintimidasi. Sementara kritik dijawab dengan Ndasmu!
Tidak ada kata lain bagi rakyat agar fasisme tidak tumbuh dan berkembang di negeri ini, selain: Lawan! Jangan pernah memberi ruang sedikitpun terhadap bahaya laten fasisme. Cukup sudah 1998 menjadi saksi sejarah kelam bangsa ini. Jangan menjadi Indonesia Gelap kedua kalinya.