opini

Ketika Diri Menjadi Tuhan Kecil di Dunia yang Luas

Sabtu, 18 Januari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi berdoa memasuki bulan Rajab. (Istimewa)

Rasulullah SAW menekankan pentingnya membantu sesama dan melindungi hubungan baik. Sifat egosentris yang tidak peduli pada kebutuhan orang lain jelas bertentangan dengan prinsip ini.

2. *Merusak Jiwa*

Kepribadian egosentris sering kali merasa kesepian, tidak bahagia, dan penuh kecemasan. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk membangun hubungan sosial yang tulus. Dalam Islam, kedamaian jiwa diperoleh melalui ketundukan kepada Allah dan sikap rendah hati terhadap sesama. Allah SWT berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)

Demikian pula didalam Hadits Nabi SAW:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
"Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan itu adalah kaya jiwa."
(HR. Bukhari, no. 6446; Muslim, no. 1051)

Hati yang terpenuhi oleh keegoisan dan sifat egosentris akan kehilangan ketenangan. Islam mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kekayaan jiwa, bukan pada kepuasan ego.

3. *Menimbulkan Dosa Besar*

Sifat sombong dan iri yang melekat pada kepribadian egosentris termasuk dosa besar dalam Islam. Kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT, bahkan menjadi penyebab utama diusirnya Iblis dari surga. Allah SWT berfirman:
إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡتَكۡبِرِينَ
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong."
(QS. An-Nahl: 23)

Hal yang sama juga disampaian dalam Hadits Nabi SAW:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi."
(HR. Muslim, no. 91)

Abdullah bin Mas’ud RA berkata:
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
"Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia."
(HR. Muslim, no. 91)

Egosentris yang ditandai dengan kesombongan dan iri hati membawa pelakunya kepada kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam Islam, kesombongan adalah sifat yang hanya pantas dimiliki oleh Allah SWT. Imam Al-Ghazali berkata:
إِذَا تَمَكَّنَ الْكِبْرُ فِي قَلْبِ الْإِنْسَانِ، تَحَوَّلَ عَبْدًا لِهَوَاهُ، وَانْقَطَعَ عَنْ طَرِيقِ السَّعَادَةِ
"Jika kesombongan menguasai hati seseorang, maka ia menjadi budak hawa nafsunya dan terputus dari jalan kebahagiaan."
(Ihya’ Ulumuddin, 3/151)

Karena itu , bahaya egosentris tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga menghancurkan jiwa dan menjerumuskan pelakunya ke dalam dosa besar. Islam memberikan solusi berupa ajakan untuk senantiasa bersikap rendah hati, berbuat baik kepada sesama, dan memperbanyak zikir agar hati menjadi tenteram. Dengan menjauhi sifat ini, seseorang dapat mencapai kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

*Solusi Islami untuk Mengatasi Egosentris*

Egosentris, yang ditandai dengan keinginan untuk mendominasi perhatian dan selalu memprioritaskan diri sendiri, dapat merusak hubungan sosial dan spiritual seseorang. Islam menawarkan solusi-solusi yang komprehensif untuk mengatasi sifat egosentris ini.

Berikut adalah beberapa langkah solusi Islami yang dapat diambil untuk mengatasinya, berdasarkan petunjuk Al-Qur'an, hadits Nabi SAW, serta fatwa atau qaul sahabat dan ulama.

1. *Tingkatkan Kesadaran Diri (Muhasabah)*

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB