opini

Ketika Diri Menjadi Tuhan Kecil di Dunia yang Luas

Sabtu, 18 Januari 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi berdoa memasuki bulan Rajab. (Istimewa)

Dalam pendangan agama, sikap ini juga bertentangan dengan ajaran akhlak mulia yang menekankan kepedulian terhadap sesama dan menahan diri dari sikap sombong.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."
(QS. Al-Isra: 37)

Ayat ini mengajarkan pentingnya kerendahan hati dan menyadarkan manusia tentang keterbatasan dirinya.

*Ciri-Ciri Kepribadian Egosentris dalam Perspektif Islam*

Kepribadian egosentris adalah karakteristik yang sering menjadi hambatan dalam membangun hubungan sosial dan spiritual yang sehat. Islam sebagai agama yang sempurna memberikan panduan dalam menghindari sifat-sifat buruk ini melalui Al-Qur'an, hadits Nabi Muhammad SAW, dan nasihat para sahabat serta ulama.

1. *Citra Diri yang Terdistorsi*

Kepercayaan Diri yang Salah
Orang egosentris sering memproyeksikan kepercayaan diri palsu untuk menutupi rasa ketidakamanan dalam dirinya. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam memahami hakikat diri.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولًا
"Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong. Sungguh, engkau sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."
(QS. Al-Isra: 37)

Ayat ini mengajarkan manusia untuk tidak memproyeksikan kehebatan yang tidak seimbang dengan kenyataan. Kesombongan atau kepercayaan diri yang berlebihan sering kali menjadi penghalang untuk menerima kebenaran.

Sekian pula dengan Hadits Nabi SAW:
مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ
"Barang siapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya."
(HR. Muslim, no. 2588)

Hadits ini menegaskan bahwa kerendahan hati adalah kunci untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Orang yang rendah hati memahami hakikat dirinya sebagai makhluk yang lemah dan bergantung pada Allah.

2. *Perasaan Hebat dan Ambisi Berlebihan*

Fantasi Kekuasaan dan Kehebatan
Orang egosentris sering membayangkan dirinya memiliki kehebatan yang luar biasa. Mereka menganggap kebutuhan dan masalah mereka lebih penting daripada orang lain. Sikap ini bertentangan dengan nilai tawadhu (kerendahan hati) yang diajarkan Islam.

Sabda Rasulullah SAW. dalam sebuah Hadits:
إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا، حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
"Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati sehingga tidak ada seorang pun yang merasa lebih baik dari orang lain dan tidak menzalimi orang lain."
(HR. Muslim, no. 2865)

Sikap tawadhu adalah manifestasi kesadaran akan keterbatasan manusia sebagai makhluk. Ambisi yang tidak terkontrol dan perasaan hebat berlebihan dapat menyebabkan seseorang melupakan hakikat dirinya.

Umar bin Khattab RA pernah berkata:
مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ كِبْرٌ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barang siapa di dalam hatinya ada kesombongan, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat."
(HR. Ahmad)

3. *Kurangnya Empati*

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB