opini

Aku Adalah Titik Terkecil di Alam Semesta

Kamis, 21 November 2024 | 18:00 WIB
Ilustrasi, berjalan setelah makan memiliki manfaat bahi kesehatan tubuh (Pixabay)

Seperti halnya bintang-bintang kecil yang bersama-sama menciptakan galaksi yang indah, manusia yang sadar akan perannya dapat membangun peradaban yang harmonis. Dalam tasawuf, manusia diajak untuk melihat dirinya sebagai bagian dari kesatuan keberadaan, sebuah harmoni universal yang terhubung langsung dengan Sang Pencipta.

"Aku adalah titik terkecil di alam semesta" bukanlah ungkapan yang merendahkan. Sebaliknya, ini adalah pernyataan kesadaran akan keterbatasan dan kebesaran. Keterbatasan mengajarkan kita kerendahan hati, sedangkan kebesaran mengajarkan kita untuk menggali potensi diri sebagai makhluk yang memegang amanah Ilahi.
Sebagaimana yang diajarkan oleh para ilmuwan dan sufi, meskipun kecil, setiap titik memiliki arti. Dari titik kecil inilah, alam semesta dan segala keindahannya bermula.

Wallahu A'lam

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB