opini

Antara Usaha dan Keyakinan

Jumat, 18 Oktober 2024 | 14:00 WIB

*Kisah Teladan Tentang Tawakkal*

1. *Kisah Nabi Musa AS dan Laut Merah*

Ketika Nabi Musa AS bersama kaumnya dikejar oleh pasukan Firaun di tepi Laut Merah, kaumnya merasa ketakutan dan khawatir akan keselamatan mereka. Pasukan Firaun berada di belakang, sementara laut yang luas berada di hadapan mereka. Dalam situasi yang tampaknya mustahil untuk selamat, Nabi Musa menunjukkan tawakkalnya kepada Allah dengan penuh keyakinan, beliau berkata:

كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
"Sekali-kali tidak akan tersusul! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
(QS. Ash-Shu’ara: 62)

Dengan izin Allah, Laut Merah terbelah, membuka jalan bagi Nabi Musa dan kaumnya untuk melarikan diri. Setelah mereka melewati laut, Allah menutup kembali laut tersebut dan menenggelamkan pasukan Firaun. Keutamaan tawakkal Nabi Musa ini menunjukkan bahwa ketika seseorang berserah diri kepada Allah, Allah akan memberi jalan keluar dari situasi yang paling sulit sekalipun.

2.*Kisah Maryam Binti Imran: Tawakkal dalam Keterasingan*

Siti Maryam, ibu Nabi Isa AS, adalah wanita salehah yang hidup dengan penuh keimanan kepada Allah. Ketika ia mengandung Nabi Isa tanpa pernah disentuh oleh laki-laki, hal ini menjadi ujian besar baginya. Dalam keterasingan dan kekhawatiran atas tuduhan masyarakat, ia tetap bertawakkal kepada Allah. Allah berfirman kepada Maryam saat ia sedang kesakitan karena melahirkan:

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
"Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu."
(QS. Maryam: 25)

Dengan tawakkal kepada Allah, Maryam mampu melalui masa sulit tersebut, dan Allah menolongnya dengan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Kisah ini menunjukkan bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang bertawakkal, khususnya dalam situasi sulit.

3. *Kisah Sahabat Salman Al-Farisi:Tawakkal dalam Mencari Kebenaran*

Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang dikenal karena perjuangannya dalam mencari kebenaran. Awalnya, ia adalah seorang penganut agama Zoroastrianisme (penyembah api), tetapi ia tidak merasa puas dengan agamanya. Dengan tawakkal dan niat yang kuat, Salman meninggalkan negerinya dan berpetualang mencari agama yang benar, yang akhirnya mengantarkannya kepada Islam.

Ia diperbudak dan melalui berbagai cobaan berat, namun tetap bertawakkal kepada Allah. Perjalanan panjang dan penuh ujian tersebut akhirnya berakhir ketika ia bertemu dengan Rasulullah SAW, yang menyampaikan Islam kepadanya. Salman kemudian menjadi salah satu sahabat besar yang dihormati karena keilmuannya dan perjuangannya dalam mencari kebenaran.

Kisah Salman menunjukkan bahwa tawakkal kepada Allah dalam pencarian kebenaran akan memberikan petunjuk dan pertolongan yang luar biasa, bahkan dalam kondisi yang tampaknya mustahil.


*Kesimpulan*

Tawakkal adalah perpaduan antara usaha yang maksimal dan penyerahan diri kepada Allah. Tawakkal merupakan pilar penting dalam kehidupan seorang mukmin, yang memberikan ketenangan hati, rezeki yang tak terduga, dan kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB

Menenun Kebangkitan Adab

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:20 WIB