Mereka menggunakan segala jenis pengetahuan untuk memahami apa yang ingin disampaikan penulis. Ini berarti mereka melakukan lebih dari sekadar menyerap pesan penulis; sebaliknya, mereka berinteraksi dengan itu.
Dengan menyelaraskan pikiran mereka saat membaca, pembaca aktif seolah melakukan percakapan batin dengan diri mereka sendiri dan teks, ini membantu mereka memahami apa yang mereka baca.
Mereka memusatkan energi pada pemikiran dan memahami bahwa interaksi terus menerus dengan teks, percakapan batin yang berulang-ulang, adalah kunci untuk memahami.
Stephanie Harvey dan Anne Goudvis dalam buku Strategies That Work: Teaching Comprehension for Understanding and Engagement menyatakan bahwa pembaca yang berpikir dan aktif akan menggunakan teks untuk merangsang pemikiran dan terlibat dengan pikiran penulis.
Pembaca membangun dan mempertahankan pemahaman dengan menggabungkan pemikiran mereka dengan teks. Mereka memiliki percakapan batin yang terus-menerus dengan penulis saat mereka membaca, semacam dialog di mana pembaca berinteraksi dan membalas penulis sepanjang membaca mereka.
Hanya ketika siswa menyelaraskan pikiran mereka, mereka dapat memantau pemahaman mereka sendiri tentang apa yang mereka baca.
Ini adalah tujuan untuk semua pembaca dan indikasi yang jelas bahwa seorang pembaca sedang menjadi pembaca yang mandiri dan mahir.