Activism and Community Empowerment
Aktifisme dan penguatan Komunitas sesungguhnya menjadi tema yang sangat mendasar dalam ajaran Islam kita. Hal itu akan sangat terlihat dengan tujuan dasar agama Islam, khususnya dalam kehidupan publik.
Bahwa Islam hadir untuk mewujudkan masyarakat terbaik (khaer Ummah) dan masyarakat pertengahan (ummatan wasatha). Wasatiyah salah satunya bermaka kokok, kuat dan maju (empowered).
Dan untuk tercapainya tujuan itu, Islam memberikan tuntunan yang jelas dan tegas: Aktifisme. Maka activisme adalah jalan yang ditentukan oleh Allah untuk terwujudnya cita-cita publik Islam untuk membentuk “khaer ummah” dan “ummah wasatha” tadi.
Di dalam Al-Qur’an Aktifisme diekspresikan dengan ragam ekspresi. Minimal ada lima terminologi yang dipakai Al-Qur’an dalam mengekspresikan urgensi aktifisme itu.
Satu, Al-Qur’an memakai kata “amal”.
Dalam beberapa ayat Al-Qur’an Allah memerintahkan umat ini untuk “berbuat” (to act). Ayat-ayat seperti “aamanu wa ‘amiluu” menjadi salah satu ekspresi yang sering terulang ketika Allah menggambarkan keimanan itu.
Sehingga dengan sendirinya dipahami konsep keimanan dalam Islam itu menjadi sangat identik dengan menyatunya suasan hati (iman) dan aksi (amal).
Allah berfirman: “dan katakan: berbuatkah! Maka sungguh Allah akan melihat amalmu, rasulNya, dan orang-orang yang beriman”.
Dua, Al-Qur’an juga memakai kata “قم” atau bangkitlah.
Mugkin dengan kata ini kita diingatkan peristiwa di saat Rasulullah menerima wahyu pertama IQRA’. Beliau setelah itu mengalami rasa takut dan khawatir. Tentu ini adalah bagian dari aspek kemanusiaan beliau.
Tapi tak berselang lama setelah itu Allah justeru menurunkan perintahNya; “Qum” (Wahai Muhammad, bangkit!”. Rasulullah SAW diperintah bangun atau bangkit untuk “fa anzdir” (mengingatkan manusia).
Ekspresi ini dalam bahasa Inggrisnya lebih populer dengan “wake up guys”.
Tiga, Al-Qur’an mengekspresikan dengan perintah da’wah, amar ma’ruf dan nahi mungkar.
Kewajiban ini merupakan bentuk aktifisme yang paling mendasar. Dakwah, amar ma’ruf dan nahi mungkar basisnya adalah pergerakan (aktifisme).