opini

Activisme dan Komunitas Muslim di US

Selasa, 24 September 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi suana Kabah di tanah suci (Yasir Gürbüz/pexels.com)

Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi

Hari Ahad, 22 September kemarin, saya kembali mendapat Kehormatan menjadi pembicara di acara Konvensi Tahunan NABIC (North American-Bangladeshi Islamic Community) di New York.

Acara ini mengambil tempat di St. John University salah satu universitas Katolik yang terletak tidak jauh dari Masjid kami, Jamaica Muslim Center.

Hadir sebagai pembicara utama (Keynote) adalah Sr. Dalia Mugahed, Direktur Istitute for Social Policy and Understanding. Juga Prof. Mohamed Ataul Karim, Vice President Universitas Massachusetts.

NABIC adalah salah satu organisasi besar komunitas immigran asal Bangladesh dengan tujuan utama membantu membangun negara asal.

Organisasi ini sekarang telah membangun beberapa rumah sakit dan klinik gratis, mengembangkan universitas, menciptakan lapangan kerja khusus bagi kaum perempuan, dan banyak lagi.

NABIC juga sangat efektif dalam membantu warga Bangladesh di saat terjadi bencana alam seperti banjir besar baru-baru ini.

Yang paling Istimewa dari NABIC adalah bahwa organisasi kemanusiaan ini diinisiasi oleh mayoritasnya para profesional, khususnya guru-guru besar keturunan Bangladesh di Amerika.

Prof. Mohammad Ataul Karim sendiri sebelum terpilih jadi Wakil Presiden Universitas adalah dekan Fakultas Teknik di NY University. Beliau adalah teman almarhum Prof. Habibie sejak dahulu.

Pertemanan dengan pak Habibie ini yang menjadikan beliau merasa dekat dengan saya sebagai warga Indonesia. Bahkan dalam beberapa kesempatan memberikan saya gelar “an honorary Bangladeshi”.

Walaupun NABIC bukan organisasi politik dan berusaha untuk tidak mengaitkan diri dengan politik, konvensi tahunan mereka kali ini sarat dengan nuansa politik.

Maklum baru saja terjadi revolusi di negara asal mereka yang berhasil menumbangkan rezim diktator Perdana Menteri Hasinah. Mayoritas warga Bangladesh di Amerika menentang pemerintahan Hasinah lalu.

Mungkin ini pula yang mendasari sehingga tema Konvensi NABIC kali ini adalah “Activism and Community Empowerment”.

Dan saya sendiri diminta secara khusus membahas pandangan Islam tentang Aktifisme dan Penguatan Komunitas. Sebuah tema yang memang selalu menjadi obyek pembahasan saya dalam beberapa waktu terakhir.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB