opini

Marah: Penyakit Hati yang Mengancam Kesehatan dan Keharmonisan

Jumat, 19 Juli 2024 | 08:00 WIB
Ilustrasi marah-marah (Ist/Canva)

b. Dampak Kesehatan Mental

Marah yang tidak terkendali dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi.

Allah swt. Berfirman didalam QS. Al-Furqan: 63

“وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا"

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan."

Ayat ini mengajarkan sikap tenang dan tidak terpancing emosi. Merespons dengan tenang membantu menjaga kesehatan mental dan mencegah stres akibat marah.

C. Dampak Spiritual

Marah yang berlebihan dapat mengurangi ketenangan batin dan kedekatan dengan Allah SWT.

Firman Allah swt QS. Ali Imran: 134

“الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ"

“Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."

Ayat ini menunjukkan bahwa menahan marah adalah tindakan yang dicintai Allah dan membawa ketenangan spiritual. Marah yang berlebihan mengganggu hubungan dengan Allah.

2. Bahaya Bagi Sosial

Marah yang tidak terkendali juga membawa dampak negatif bagi hubungan sosial dan lingkungan masyarakat.

a. Kerusakan Hubungan Sosial

Marah yang tidak terkendali dapat merusak hubungan dengan keluarga, teman, dan rekan kerja.

“Hadits Riwayat Bukhari:**

“لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا"

“Jangan saling dengki, jangan saling benci, jangan saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."

Hadits ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang lain. Marah yang berlebihan merusak hubungan sosial dan menciptakan permusuhan.

b. Penyebab Konflik dan Kekerasan

Marah yang tidak terkendali seringkali menjadi penyebab konflik dan kekerasan dalam masyarakat.

Allah swt . Berfirman QS. Al-Ma'idah: 2

“وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ"

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."

Ayat ini mengajarkan pentingnya bekerja sama dalam kebaikan dan mencegah kejahatan. Marah yang tidak terkendali memicu konflik dan kekerasan, bertentangan dengan prinsip kerja sama dalam kebaikan.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB