Seseorang yang marah seringkali merasa frustasi atau kecewa karena harapannya tidak terpenuhi atau merasa diperlakukan tidak adil.
Kebencian atau Kemarahan yang Kuat:
Emosi kebencian atau kemarahan yang kuat terhadap seseorang atau sesuatu merupakan ciri emosional yang menonjol saat marah.
Rasulullah SAW. Pernah didatangi oleh sahabt untuk mendapatkan bimbingan dan nasehat , lalu beliau menjawab sebanyak 3 kali seperti dalam sebuah Hadits Riwayat Bukhari:
“لَا تَغْضَبْ" فَرَدَّدَ مِرَارًا قَال لَا تَغْضَبْ"
“Jangan marah!" Beliau mengulanginya tiga kali.”
Rasulullah SAW memberikan nasihat untuk menghindari marah. Ini menunjukkan bahwa mengendalikan emosi negatif seperti frustasi dan kebencian adalah penting dalam Islam.
3. Ciri Perilaku
Berteriak atau Berbicara dengan Nada Tinggi:
Orang yang marah sering kali meningkatkan volume suara mereka, berteriak, atau berbicara dengan nada tinggi sebagai ekspresi kemarahan mereka.
Melakukan Tindakan Agresif:
Tindakan agresif, seperti memukul, merusak benda, atau bahkan menyakiti orang lain, adalah perilaku umum yang sering muncul saat marah.
Sikap Defensif atau Konfrontatif:
Seseorang yang marah mungkin bersikap defensif atau konfrontatif, siap untuk berdebat atau berkelahi untuk mempertahankan posisi atau pandangan mereka.
Rasulullah SAW. Telah menyampaikan dalam sabdanya pada Hadits Riwayat Ahmad:
“لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ"
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah."
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kekuatan sejati adalah kemampuan mengendalikan diri, termasuk menghindari perilaku agresif dan konfrontatif saat marah.
Ibn Qayyim menjelaskan bahwa marah adalah penyakit hati yang dapat menghancurkan akhlak dan ketenangan jiwa. Ia menekankan pentingnya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) untuk mengendalikan marah.
Al-Ghazali dalam kitab "Ihya' Ulumuddin" menjelaskan bahwa marah adalah api yang membakar akal dan hati manusia. Ia mengajarkan untuk selalu berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai cara untuk mengendalikan marah.
Marah adalah emosi yang dapat dikenali melalui berbagai ciri fisik, emosional, dan perilaku. Dalam Islam, marah yang tidak terkendali dianggap sebagai sifat buruk yang harus dihindari.
Al-Qur'an dan hadits Nabi memberikan panduan untuk menahan marah dan mengendalikan emosi, serta menganjurkan sikap sabar dan pemaaf.
Dengan memahami ciri-ciri marah dan dalil-dalil yang menyertainya, kita dapat lebih bijak dalam mengelola emosi dan menjaga hubungan harmonis dengan orang lain.