Terus apa kami marah dengan kondisi dan ketimpangan itu?? tidak.
Kami so biasa jadi anak tiri bahkan dianggap anak pungutan.
Kami biasa dilupakan meski kekayaan alam kami dikeruk sampai ke akar bumi. Lalu uangnya diberi untuk kalian di Barat sana.
Aspal kalian licin, rumah kalian terang, sekolah kalian bagus sudah, rumah sakit kalian mewah.
Kami dapat apa??
Dapat ampas dan kerusakan dari itu semua. Kami tidak marah, kami ikhlas berbagi sama kalian, kekayaan alam kami untuk mempercantik daerah kalian.
Kemudian hari ini daerah kami mulai dibangun, rumah sakit so ada dokter, sekolah so pake sepatu, harga beras murah sudah,
beli semen so tak semahal berlian lagi, jalan kami mulai lebar, tapi kalian ribut!
Apa cuma kalian yang ingin rumah sakit lengkap?
Apa cuma kalian yang ingin jalan ber aspal?
Apa cuma kalian yang ingin makan nasi?
Apa cuma kalian yang ingin pasang listrik?
Heei kami jugaaa..
Kami juga manusia. Manusia Indonesia. cukuplah kulit kami saja yang gelap, daerah kami jangan!
Cukup rambut kami saja yang bergelombang. jalanan kami jangan!
Cukuplah kekayaan alam kami saja yang kalian keruk, sifat kalian juga jangan macam beruk.
Ikhlas lah sedikit berbagi dengan kami anak-anak Papua, anak anak pelosok rimba yg juga ingin merasakan bagaimana dianggap layaknya manusia!
Di tangan tukang kayu yang rupanya tidaklah gagah, badannya tidaklah tegap.
Tapi kami dianggap...