Intinya adalah Ramadan merupakan momen terbaik untuk melakukan perubahan mendasar dalam cara pandang, keilmuan dan pemikiran yang akan berdampak pada karakter dan pilihan hidup kita.
Di bulan inilah diturunkan Al-Qur’an sebagai peta perjalanan hidup yang semuanya bermulakan pada “iqra’” itu. Sehingga bulan Ramadan memang harus menjadi bulan perenungan (reflection) dan perubahan yang mendasar menuju kepada cara pandang, keilmuan dan pemikiran yang lebih berkemajuan.
Hanya dengan transformasi ‘aqliyah umat akan mampu merubah ragam cara pandang yang masih sering terkungkung oleh “rigiditas” yang sangat. Dengan transformasi ‘aqliyah pula umat akan mampu bangkit dalam keilmuan dan pemikiran yang akan menjadi jalan berkembang suburnya inovasi dan karya.
Ilmu, inovasi dan karya inilah yang disebut “tsamaraat” (buah-buah) keimanan sebagai terjemahan dari Islam yang “rahmah” bagi alam semesta. Semoga!
Manhattan City, Maret 2024