6. Tahap evaluasi, Organisasi atau kelompok pengurus Ballak Baca yang telah dibentuk akan menjalankan dan mengawasi program yang telah disepakati.
Dalam melakukan evaluasi warga desa dilibatkan agar terjadi pengawasan secara
internal dan eksternal sehingga terbentuk sistem pengawasan untuk program Ballak
Baca. Contohnya melalui rapat bersama pemuda dengan agenda sosialisasi Ballak
Baca, serta pembentukan kepengurusan dan sistem evaluasi Ballak Baca. 7. Tahap
terminasi. Meskipun program KKN di Desa Rancadaka, sudah selesai dalam arti waktu yang dialokasikan untuk kegiatan KKN sudah berakhir, kelompok Ballak Baca dan pemerintah desa sepakat agar mahasiswa Tim KKN dapat terus membantu
pengembangan Ballak Baca.
Melalui program kerja Ballak Baca telah berhasil
membentuk kader lokal (agent of change) yang berasal dari kalangan pemuda.
Keberadaan kader lokal sangat penting agar program Ballak Baca dapat terus berjalan dan berkembang. Foto Peresmian Ballak Baca Praktik terbaik yang muncul dalam perencanaan partisipatif dalam mewujudkan Ballak Baca adalah peningkatan kesediaan masyarakat desa terlibat secara aktif merumuskan kebutuhan dan memetakan sumberdaya untuk pengembangan Ballak Baca. Jadi masyarakat terlibat langsung dalam perencanaan sampai dengan tahap evaluasi kegiatan Ballak Baca dengan membentuk pengurus Ballak Baca untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan yang telah dirintis oleh mahasiswa KKN.***