Oleh : Jacob Ereste
Pada intinya menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu penyebaran Nyamuk Wolbachia adalah ancaman terhadap Pertahanan dan keamanan negara Indonesia. Maka itu, tandasnya harus dihadapi bersama segenap komponen bangsa.
Apalagi kemudian, imbuh Komjen Pol. Dharma Pongrekun tidak semua resiko dari penyebaran nyamuk Wolbachia ini diungkapkan akibatnya terhadap rakyat, ungkapnya mengawali rasa keresahan dan kecemasannya.
Keputusan Kemenkes untuk mengatur penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota besar Indonesia, sungguh mengerikan, karena nyamuk itu juga merusak lingkungan.
Fenomena dari gerakan global ini terkesan seperti hendak mengkudeta kekuasaan Tuhan atas manusia dan alam semesta. Pendek kata, ungkap Dharma Pongrekun, kehidupan manusia yang hendak engineering dengan semangat global yang direkayasa sedemikian rupa. Money, power and kontrol populasi manusia termasuk kurs rupiah dan dollar dengan sistem moneter di semua negeri di dunia.
Caranya terstruktur, sistematis dan massif dilakukan dengan kekuatan global. Bahkan United Nation (PBB) ditengarai sebagai induk semangnya yang mengendalikan semua kaki tangan dan antek-anteknya di seluruh dunia.
Konflik engineering yang mereka lakukan dengan agresif lewat Ipolesosbudhankam. Jadi bonus demokrafi yang terus menerus didengung-dengungkan itu omong kosong bisa kita peroleh.
Sustainable development goals, merupakan program yang direncana mereka, termasuk mensosialisasikan LGBT. Inilah yang dimaksud dari new world order. Rekayasa hingga kacang kedelai dan jagung yang masuk ke negara kita sangat berbahaya, karena akan merusak harmoni pencernaan tubuh setiap orang yang mengkonsumsi jagung dan kedelai itu, papar Dharma Pongrekun.
Jadi, konsep satunya dunia dalam semua hal merupakan ancaman yang nyata bagi kedaulatan bangsa Indonesia di masa mendatang. Sebab sistem dunia akan disatukan untuk semua sektor atau bidang kehidupan kita selanjutnya.
Sedangkan Dokter Tifauziah Tyassuma M.Sc mengungkap penyebaran Nyamuk Wolbachia merupakan obyek penelitian yang abai terhadap kesehatan dan keselamatan manusia Indonesia. Karena tidak mengedepankan hak masyarakat untuk mengetahui secara jelas obyek penelitian yang merekayasa nyamuk Wolbachia itu terhadap manusia.
Metode penelitian Nyamuk Wolbachia yang menggunakan cara replesman tujuan kata mereka untuk memusnahkan nyamuk yang membawa DBD. Sehingga cara genetik enggenering yang digunakan diharap dari penyebaran Nyamuk Wolbachia dapat melumpuhkan nyamuk DBD dengan alasan untuk menyelamatkan manusia agar tidak menjadi korban.
Baca Juga: Perang Asimetrik dan Bioterorisme Harus Dihadapi Bersama Rakyat
Karena itu, harapan Dokter Tifa, bisa mendapat penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak peneliti nyamuk Wolbachia itu dan bertanggung jawab terhadap penyebaran nyamuk Wolbachia yang dilakukan secara liar itu, tanpa konfirmasi dan meminta persetujuan warga masyarakat.