opini

Penebaran dan Pembiakan Nyamuk Wolbachia Harus Dihentikan Karena Membuat Keresahan Yang Ancaman Hidup dan Lingkungan Rakyat di Indonesia

Rabu, 15 November 2023 | 09:11 WIB
Inovasi teknologi wolbachia mulai diterapkan di Indonesia untuk menekan penyebaran DBD melalui nyamuk yang diberi bakteri wolbachia (Dok / btklsby.go.id)

Oleh : Jacob Ereste

Peneliti senior, Prof. Richard Claptoth menganjurkan lebih baik menjaga kebersihan got atau saluran air, ketimbang memanfaatkan wolbachia, karena dengan cara menjaga kebersihan itu bisa juga ikut membangun mental masyarakat dalam budaya gotong royong. Selain untuk meningkatkan kebersihan itu, dia juga menganjurkan penggunaan klorin dioksida sebagai solusi untuk mengatasi nyamuk ardes aegypti, tandasnya. (Detik Bali, Minggu, 8 Oktober 2023).

Baca Juga: Pembiakan dan Penyebaran Nyamuk Wolbachia Yang Menimbulkan Pertanyaan dan Kecemasan Masyarakat

Bakteri wolbachia yang menginfeksi nyamuk dari hasil rekayasa genetika yang juga tumbuh pada berbagai serangga, tanpa pernah bisa dijelaskan bagaimana pengendalian serta akibat bawaannya yang bisa mengancam kelangsungan hidup manusia.

Cara melakukan coba-coba ini harus jelas kajian dampak bawaannya, mulai dari sengatannya terhadap manusia serta perkembangan dari dampak kegagalannya yang telah menambah populasi varian dati nyamuk yang sangat mengganggu kenyamanan bagi semua orang. Namun yang pasti, hasil riset yang hendak diuji cobakan dalam lingkungan warga masyarakat Indonesia atas sponsor bangsa asing patut dicurigai dan diwaspadai sebagai bentuk perang biologi terselubung seperti yang sudah terjadi di berbagai negara di dunia.

Baca Juga: Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang Relevan dengan Era Modern

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia mengingatkan pemerintah untuk segera menghentikan rencana pelepasan 200.000.000 nyamuk Wolbachia di Pulau Bali pada hari ini, 13 November 2023 serta di sejumlah kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Kupang dan Bontang.

Apalagi penyebaran nyamuk ini bekerjasama dengan World Mosquito Program (WMP) yang tak jelas juntrungannya dan mengklaim bisa menurunkan penyakit Demam Berdarah (BDB). Toh, pemerintah Indonesia sendiri sudah relatif berhasil mengatasi BDB pada 10 tahun terakhir.

Baca Juga: Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Agama Islam yang Relevan dengan Era Modern

Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia diinisiasi oleh SFS Foundation, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) bersama Gladiator Bangsa serta Puskor Hindunesia yang melakukan konferensi pers pada hari Minggu, 12 November 2023 di Jakarta Selatan.

Dalam konferensi pers itu hadir sebagai pembicara utama Dr. Siti Fadilah Supari, Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, SH. M.H., Mirah Sumirat. SE., Presiden ASPEK Indonesia dan Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto MT.

Masalah pelepasan jutaan nyamuk Wolbachia di berbagai daerah Indonesia ini membawa resiko yang gawat terhadap kesehatan warga masyarakat dan lingkungan, karena baru akan dilakukan penelitian menyeluruh dalam jangka panjang, sehingga mengancam keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara meluas, tanpa jelas bagaimana pengendaliannya.

Gerakan penolakan penyebaran jutaan nyam Wolbachia ini menuntut Due Diligence mendalam dan evaluasi menyeluruh sebelum dilakukan. Sebab dalam etika investigasi resiko IP. Technology melalui Wolbachis, publik harus tahu dan memberi persetujuan. Jika tidak, wajar bila program yang terkesan dilakukan secara senyap ini mempunyai tendensius yang bisa mengancam kehidupan rakyat banyak di Indonesia.***

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB