Apalagi sebagian besar tabiat istri memang ingin diperhatikan dan diapresiasi terhadap apa yang sudah ia lakukan. Namun ternyata suami dan anaknya malah cuek, sehingga membuat istri makin kecewa.
Namun seperti kisah di atas, tugas istri hanya satu : MENJADI AC bagi rumahnya. Sebab semua tanggung jawab sudah dipegang suami (Qs. An Nisa' ayat 34).
Jadi, DIMULAI dari sikap istri yang mampu menahan diri untuk tidak "panas" di rumah, maka dijamin sikap suami dan anak juga perlahan menjadi menyenangkan. Suami dan anak jadi sadar diri untuk berubah karena kagum dan makin sayang kepada istri dan ibunya.
Jangan karena istri menganggap kesulitan ekonomi, mengurus anak dan pekerjaan rumah ditanggung olehnya sendirian, lalu ia merasa berhak untuk marah-marah, sehingga suasana rumah menjadi "panas".
Baca Juga: Pemerintah Tidak adil Terhadap Tiktok Shop (E-Commerce)
Kesabaran (mampu menahan emosi) adalah kunci keberhasilan seorang istri menjadikan rumahnya sebagai surga bagi para penghuninya. Tak apa rumah agak berantakan daripada hati penghuni rumahnya yang "berantakan."
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” (Qs. 25 ayat 74).
Semoga bermanfaat.***