Journalnusantara.com - Maya Kurnia Indri Sari, atlet volly yang juga berprofesi sebagai karyawan Bank membagikan pengalamannya. Maya panggilan akrabnya, sudah hampir 22 tahun berkecimpung di dunia olahraga volly.
Pada tahun 2006, ia berhasil masuk Timnas sampai pada tahun 2016. Maya mengalami cedera lutut pada tahun 2016, hingga memutuskan untuk operasi.
Bagaimana kisahnya hingga bisa kembali dan bertanding di lapangan? Yuk, simak cerita singkatnya di bawah ini!
1. Maya mulai mengenal volly sejak kelas 6 SD, ia memutuskan ingin berkompetisi dan berkomitmen jadi atlet nasional
Orangtua Maya mengenalkan dunia olahraga sejak ia berusia 5 tahun. Ia dikenalkan beberapa aktivitas fisik seperti atletik, renang, sampai sepatu roda.
Kemudian di kelas 6 SD, Maya diajak ke lapangan volly di alun-alun Sidoarjo oleh ayahnya. Sejak saat itu, Maya mulai penasaran dan mencoba latihan. Akhirnya jiwa kompetisinya muncul sehingga memutuskan menjadi atlet nasional.
Memulai dari kejuaraan daerah liga remaja usia di bawah 15 tahun di Club Sparta, ia berhasil menyabet beberapa kejuaraan setelahnya.
"Kejuaraan terakhir Sea Games Nasional 2015 dan kejuaraan antar club di Vietnam di tahun 2016, itu dapat medali perunggu. Kemudian ada liga profesional tahun 2019 di Jakarta Electrik PLN," terang wanita yang juga bekerja sebagai karyawan di Bank Jatim ini.
Pencapaian tertinggi menurut Maya adalah bisa join di Timnas tahun 2006 sampai 2016. Selain itu, ia pernah membawa nama personal bahwa ia adalah pemain asing dari Indonesia pada liga Filipina.
2. Maya percaya bahwa yang tahu diri kita adalah kita sendiri, yang tahu kebutuhan kita adalah kita sendiri
Secara pribadi, Maya tidak pernah mengalami diskriminasi ketika memutuskan menjadi atlet. Namun, ia masih mendengar perempuan yang melakukan body shaming.
"Kalau atlet mungkin sudah biasa, tapi ada orang-orang yang masih memberi komentar seperti gendutan dan segala macam pada perempuan lain. Hal seperti itu yang menurut aku perlu dibenahi. Kita harusnya bisa berpikir secara terbuka, karena kita tidak pernah tahu bagaimana setiap orang memandang dirinya. Pada akhirnya yang tahu diri kita ya kita sendiri, yang tahu kebutuhan kita adalah kita sendiri," tambah perempuan berusia 28 tahun ini.
3. Maya sempat cedera pada tahun 2016 hingga menjalani operasi lutut, namun ia berhasil bangkit dan kembali ke lapangan tahun 2017
Momen yang paling bikin down bagi Maya adalah saat operasi lutut di tahun 2016, ia sempat cedera dan pernah divonis dokter gak bisa main volly lagi. Padahal bagi Maya, volly itu bukan hanya hobi atau pekerjaan, melainkan sudah hidup Maya. Meski berat saat itu, namun karena support orangtua dan keinginan keras Maya untuk kembali ke lapangan sudah bulat, tidak ada yang bisa menghentikannya.
Artikel Terkait
Bikin SIM Bayarnya Bisa Pakai Sampah
Timnas Indonesia Gagal Melaju ke Final Piala AFF 2022
Disdik Kabupaten Cirebon Larang Siswa Bawa Lato Lato ke Sekolah Karena Suara yang Bising dan Membahayakan
Seru...Venna Melinda Minta Bantuan Hotman Paris Hadapi Dugaan KDRT oleh Ferry Irawan
Video Viral "Naik Haji Buang Duit" Diduga Habib Kribo: Tuhan Nggak Parkir di Ka'bah !
Mengejutkan! Khabib Nurmagomedov Pensiun dari MMA
Pendopo Cianjur Bersiap "Dikepung" Masa Aksi, Demontrasi Syarat Berdemokrasi, Bupati Jangan Alergi !
Persib vs Persija: Rabu, 11 Januari 2023 Pukul 15.30 WIB Live di Indosiar
Menggiurkan! Segini Gaji Panwaslu Desa dan Panwaslu Kecamatan di Pemilu 2024
Penyanyi Religi Veve Zulfikar Ungkap Bangga Berseragam IPPNU