Kita hanyalah musafir
dalam irama nyanyian kehidupan
berjalan di atas hamparan takdir
yang tertulis sebelum kita dilahirkan
Seorang musafir sejati
tidak pernah berjalan sendirian
ditemani cahaya kecil di dalam hati
yang mengajarinya makna kehidupan
bahwa dunia bukan rumah
melainkan hanya persinggahan
agar manusia tak lupa arah
terbuai oleh bayang-bayang keindahan
Indah hanya untuk dinikmati
tetapi bukan untuk dimiliki
laksana cahaya mentari pagi
yang menyinari semesta ini
Semua mengajarkan kita
tentang makna "La ilaha"
lalu membisikan ke telinga
dengan suara “"illallah"
Kita hanyalah musafir
berjalan sesuai irama takdir
selama menggenggam kalimat itu
takkan salah, arah pulang yang dituju
Malang, 3 Januari 2026
Salam Sehat,
M. Sinal