Betapa banyak mahkota dibuat manusia,
namun sedikit yang benar menjadi raja
raja atas egonya,
raja atas amarahnya,
raja atas kebencian yang berdiam dalam dadanya
Ada yang bersuara dengan lantang,
namun kosong ketika ditimbang
Bila bertutur kata menusuk luka,
seolah-olah dirinya yang paling mulia
Agar tampak megah di mata manusia,
bermahkota laksana raja
Namun hatinya tak mengenal takhta,
tertutup hiasan di kepala
Berjalan dengan langkah tinggi,
agar dunia memberi hormat padanya
Padahal jiwanya gemetar sendiri
di balik wajah yang ditampakkannya
Bermahkota laksana raja
Agar tampak gagah di mata manusia
Padahal yang disebut raja
Ketika mampu menjaga martabatnya
Malang, 14 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal