Kita hanya butir debu,
di samudra kehendak-Nya
berputar dan bertemu
dalam doa yang sederhana
Diam-diam mengetuk pintu takdir
agar karunia selalu hadir
dengan bibir yang basah
yang mengerti makna pasrah
Dalam tiap langkah,
ada rindu yang berdesir lembut
ada hati yang tak pernah lelah
bukan sekadar tubuh yang menyambut
Berzikir, menyebut nama-Nya
meresap di dalam dada
dengan sujud yang lirih
dengan hati yang bersih
Tak perlu banyak kata,
cukup dengan kerinduan
karena diam pun adalah doa
selama hati mengingat Tuhan
Seperti langit dan bumi
ketika turun hujan
hanya menerima dan memberi
meski tanpa ada permintaan
Malang, 30 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal