Lisan manusia memang hebat,
bisa menilai tanpa melihat
Berkata lantang seolah tahu,
tentang hidup orang dari waktu ke waktu
Pandai menimbang kesalahan,
namun alpa pada kebaikan
Mengulas dosa yang bukan miliknya,
seolah dirinya tanpa cela
Lisannya tajam bagai pedang,
namun tumpul saat menatap bayang
Tak mampu menegur dirinya sendiri,
karena ego yang terlalu tinggi
Berbicara tentang kejujuran,
padahal hatinya penuh kepalsuan,
Mengajak orang untuk bersabar,
tapi dirinya mudah terbakar
Kadang lidah menjadi juru bicara,
bagi hati yang tak mengenal makna,
Menghakimi dengan kata-kata manis,
tapi menyembunyikan niat yang sinis.
Sebelum lisan berujar kembali,
tundukkanlah di hadapan nurani,
Sebab lahirnya kebijaksanaan sejati,
setelah menyadari kekurangan diri
Malang, 26 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal