Kata adalah cahaya,
menuntun langkah dalam gulita
Bisa menjadi penawar jiwa,
atau racun yang berbahaya
Di tangan bijak bisa jadi doa,
menyejukkan hati yang gelisah
Namun di lidah yang penuh amarah,
berubah bara yang menyulut resah
Bahasa adalah titian,
antara manusia dan perasaan
Semakin halus ia disulam,
semakin dekat pada kedamaian
Belajarlah menimbang makna,
agar tidak terucap begitu saja
Karena satu kalimat sederhana,
dapat meruntuhkan atau membangun dunia
Kata yang lahir dari keikhlasan,
ibarat embun penyejuk kehidupan
Menumbuhkan harapan di hati insan,
membasuh luka dengan keteduhan
Berusahalah memilih kata,
yang memeluk, bukan yang menusuk
Agar bahasa menjadi anugerah,
bukan menimbulkan sejumlah masalah
Malang, 12 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal