Yang kita perdebatkan,
sering kali hanya angan-angan
Sambil menata lisan,
yang basah oleh kebohongan
Yang kita perebutkan,
sering kali hanya bayang-bayang
Berusaha dengan mati-matian
agar semua tak hilang
Ketika semua usai
Ternyata tak ada pemenang
Setelah semua selesai
Pikiran pun jadi tak tenang
Seperti menatap reruntuhan
Yang kita bangun sendiri
Yang tersisa kegelisahan
Berkecamuk di dalam hati
Yang kita perdebatkan,
hanyalah debu yang melayang
Yang kita perebutkan,
hanyalah kursi yang akan hilang
Ketika sorak terakhir padam
Lampu-lampu panggung dimatikan
Yang tersisa hanya dendam
Mencari cara untuk menjatuhkan
Malang, 10 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal