Dia hanya hasil tempelan
Buatan elite di belakang layar
Tidak ada niat dan kesungguhan
Kecuali hanya menjadi alat pembenar
Yang terucap sekadar dekorasi
Lidahnya manis, hatinya basi
Berselimut jargon perubahan
Padahal hanya boneka kekuasaan
Maju karena pesanan
Ada sesuatu yang diinginkan
Dengan skenario yang sudah matang
Tujuannya hanya untuk menghadang
Langkah demi langkah diatur rapi
Tak satu pun gerak bersifat pribadi
Semua hanyalah sandiwara
Di bawah bayang-bayang sang sutradara
Ucapan dan tindakan seolah-olah teraniaya
Demi mendapatkan simpati yang ada
Namun di balik layar mereka tertawa
Menyusun naskah dan peran utama
Tak ada visi, hanya misi tersembunyi
Demi kursi, bukan untuk memperbaiki
Yang patuh dirangkul
Yang tak patuh dipukul
Malang, 26 April 2025
Salam sehat.
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Bahaya Kebencian (Bagian 1820)
Polisi Kanibal, Simpan Fantasi Mengerikan dan Siap Memasak Semua Wanita Termasuk Istrinya !
Upaya Penyadaran Melalui Sosialisasi dan Edukasi, Patriot Desa Sukabumi Gandeng Karang Taruna Desa Tegalpanjang Dirikan Bank Sampah Unit
Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur, Penggerak Lokal dan Patriot Desa Edukasi Ibu-Ibu PAUD di Pangadegan
Patriot Desa Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah Dapur untuk Ibu-ibu PAUD di Desa Bunijaya
Semangat Gotong Royong Masih Kuat di Kampung Babakan Subang Cianjur
Dipimpin Kader GP Ansor, Koperasi Desa Merah Putih Tegalpanjang Resmi Dibentuk
Mutiara Pagi: Di Tengah Lautan Kata (Bagian 1821)
Nama Depok Singkatan dari Bahasa Belanda
Pesona Pramugari Kereta Api, Lebih dari Sekadar Wajah Cantik