Tiga Penghalang Kebahagiaan

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 19 Agustus 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi, senyum merupakan ekspresi kegembiraan yang terpancar dari lekuk bibir.  Ekspresi wajah senyum manusia adalah yang paling banyak dipelajari secara ilmiah.* 
Ilustrasi, senyum merupakan ekspresi kegembiraan yang terpancar dari lekuk bibir.  Ekspresi wajah senyum manusia adalah yang paling banyak dipelajari secara ilmiah.* 

Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi

Dalam hidup ini sesungguhnya semua orang hanya memburu satu hal: kebahagiaan (sa’aadah). Semua yang ingin dicapai / dihasilkan hanyalah jalan menuju ke “sa’aadah” itu.

Sayangnya seringkali dalam perjalanan kehidupan manusia gagal menemukan kebahagiaan itu. Bukan karena gagal menghasilkan jalannya. Kegagalan itu lebih kepada kesalahan dalam menyikapi situasi dan warna kehidupannya.

Saya akan menyampaikan tiga hal Utama yang menjadi penghalang kebahagiaan seseorang. Semuanya ada pada “mindset” (cara pandang) dalam melihat situasi yang menaungi kehidupan.

Untuk itu, agar kehidupan menemukan kebahagiaan ketiga penghalang itu harus ditinggalkan.

Satu, berhenti menyesali kegagalan masa lalu. Tak ada yang bisa anda lakukan mengenai masa lalu. Jangan lupakan masa lalu/sejarah. Anda bisa belajar darinya untuk menjadi lebih baik.

Dengan demikian anda tidak melakukan kesalahan yang sama. Namun hendaknya hentikan menyesali apa yang telah berlalu.

Bagi seorang Mukmin hendaknya dipahami kembali (perbaharui) keimanan itu pada “Qadar dan Qadha” (ketentuan dan keputusan) Pencipta dengan segala hal yang terkait dengan kehidupan.

Dua, hentikan terlalu khawatir akan masa depan. Para ahli ilmu jiwa menyimpulkan bahwa apa yang kita khawatirkan tentang masa kenyataannya 80 persen tentangnya tidak terjadi. Maka jangan buang-buang energi dan waktu untuknya.

Bagi seorang Mukmin yakinlah bahwa anda tidak memiliki pengetahuan tentang hari esok. Maka lakukan ikhtiar terbaikmu dan yakini bahwa hari esok ada dalam genggaman sang Pencipta yang mengatur dan menentukan segalanya. Ikhtiar, tawakkal, dibarengi doa dan optimisme itulah jalannya.

Tiga, hentikan mencari kebahagiaan lewat orang lain di sekitarmu. Mereka tidak akan bisa membahagiakanmu. Berharap kebahagiaan dari orang lain adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Dan hanya akan mengecewakanmu. Kebahagiaan itu 100 persen adalah suasana batin yang ditentukan oleh cara pandang seseorang.

Ketahuilah, kebahagiaan itu datang dari dalam diri sendiri. Kebahagiaan adalah mendapatkan kedamaian dan kepuasan dalam dirimu sendiri.

Dan tidak perlu tergesa-gesa dalam menemukan apa yang akan membahagiakanmu. Dan di saat telah menemukannya, jaga dan tumbuh suburkan. Bersyukur itu adalah kebahagiaan pada dirinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB
X