Glaukoma : Menyelami Penyakit Mata yang Diam-diam Berbahaya

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Rabu, 18 Oktober 2023 | 14:58 WIB
Salah satu kiat pencegahan penyakit pada mata seperti glaukoma dan katarak, yaitu pemeriksaan mata secara rutin.  (Dok.dr Yunani)
Salah satu kiat pencegahan penyakit pada mata seperti glaukoma dan katarak, yaitu pemeriksaan mata secara rutin. (Dok.dr Yunani)

JournalNusantara.com - Glaukoma adalah suatu penyakit mata yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi bisa berujung pada kehilangan penglihatan secara permanen jika tidak diatasi dengan cepat. Penyakit ini merusak saraf optik di mata, yang menghubungkan mata dengan otak. Saraf optik ini vital untuk penglihatan, dan kerusakannya dapat mengakibatkan penglihatan kabur, hingga kebutaan.

Penyebab Glaukoma

Tingginya tekanan dalam mata, juga dikenal sebagai tekanan intraokular, menjadi salah satu faktor risiko utama untuk terjadinya glaukoma. Tekanan ini bisa merusak saraf optik, sehingga memicu munculnya gejala seperti penglihatan kabur, hilangnya bidang penglihatan, hingga sakit pada mata.

Baca Juga: Pengusaha Muda H. Paeruzilah Caleg DPRD Jawa Barat Dapil Cianjur, Membangun Daerah Berbasis Aspirasi

Iilah Jenis-jenis Glaukoma seperti yang direpost sehat islami.

1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka :

Merupakan jenis paling umum dari glaukoma, di mana aliran cairan mata ke lubang keluar mata terhambat, menyebabkan peningkatan tekanan mata secara perlahan.

2. Glaukoma Sudut Tertutup :

Disebabkan oleh penutupan tiba-tiba atau sempitnya sudut di dalam mata yang mengganggu aliran cairan mata, sehingga menimbulkan peningkatan tekanan mata secara mendadak.

3. Glaukoma Anak dan Remaja :

Merupakan jenis glaukoma langka yang biasanya terjadi pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya bisa bervariasi, termasuk masalah bawaan atau cedera mata.

Baca Juga: 7 Fungsi Keringat Bagi Kesehatan Yang Perlu Diketahui

4. Glaukoma Sekunder :

Terjadi akibat kondisi medis lain seperti diabetes, penyakit mata lain, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Ikhtiar (Bagian 2230)

Kamis, 4 Juni 2026 | 06:52 WIB

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB
X