internasional

Perusahaan Jepang Ingin Jual Daging Paus, Namun Dikecam

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:02 WIB
Ikan Paus Besar Mati Terdampar di Hutan Hujan Amazon (Quora)

JurnalNusantara.com - Menjual daging paus di mesin otomatis, perusahaan Jepang dikecam.

Pada tahun 2014, pengadilan internasional pemerintahan Jepang untuk menghentikan pembantaian tahunannya terhadap sekitar 900 paus, di Samudra Selatan setelah menyimpulkan bahwa buruan tersebut justru tidak dilakukan untuk penelitian ilmiah untuk dimakan.

Baca Juga: Jutaan Nahdliyyin Bakal Hadiri Acara Puncak Resepsi 1 Abad NU

Lima tahun kemudian, Jepang menarik diri dari IWC dan mengumumkan akan mengakhiri pemburuan, tetapi melanjutkan pemburuan paus komersial di perairan pesisirnya.

Sebuah perusahaan perburuan paus di Jepang mendapat kecaman dari aktivis hak-hak hewan setelah pihak perusahaan mulai menjual daging ikan paus dari mesin otomatis, sebagai paya untuk meningkatkan konsumsi publik.

Baca Juga: BRI Liga 1: Persib Bandung Naik ke Puncak Klasemen

Kyodo Senpaku, yang kapalnya memimpin armada penangkapan ikan paus Jepang, selama ekspedisi kontroversialnya ke Samudra Selatan, membuka mesin penyimpanan Kujira (daging paus) pertamanya di dua lokasi di Tokyo bulan ini setelah uji coba yang sukses pada akhir tahun lalu. (Tiara Maulia Setiawan)

Tags

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB