JurnalNusantara.com - Menjual daging paus di mesin otomatis, perusahaan Jepang dikecam.
Pada tahun 2014, pengadilan internasional pemerintahan Jepang untuk menghentikan pembantaian tahunannya terhadap sekitar 900 paus, di Samudra Selatan setelah menyimpulkan bahwa buruan tersebut justru tidak dilakukan untuk penelitian ilmiah untuk dimakan.
Baca Juga: Jutaan Nahdliyyin Bakal Hadiri Acara Puncak Resepsi 1 Abad NU
Lima tahun kemudian, Jepang menarik diri dari IWC dan mengumumkan akan mengakhiri pemburuan, tetapi melanjutkan pemburuan paus komersial di perairan pesisirnya.
Sebuah perusahaan perburuan paus di Jepang mendapat kecaman dari aktivis hak-hak hewan setelah pihak perusahaan mulai menjual daging ikan paus dari mesin otomatis, sebagai paya untuk meningkatkan konsumsi publik.
Baca Juga: BRI Liga 1: Persib Bandung Naik ke Puncak Klasemen
Kyodo Senpaku, yang kapalnya memimpin armada penangkapan ikan paus Jepang, selama ekspedisi kontroversialnya ke Samudra Selatan, membuka mesin penyimpanan Kujira (daging paus) pertamanya di dua lokasi di Tokyo bulan ini setelah uji coba yang sukses pada akhir tahun lalu. (Tiara Maulia Setiawan)