Journalnusantara.com - Kembali terjadi pembakaran Al-Quran di Swedia, salah satu negara baltik di benua Eropa, yang dilakukan seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark.
Salah satu negara Timur Tengah, Iran pada beberapa hari lalu waktu setempat mengecam keras tindakan pembakaran Al-Quran karena dapat memicu kebencian dan kekerasan terhadap umat Islam.
Baca Juga: Seru! Berikut Sinopsis Film Fantasi Korea Selatan The Call
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan beberapa negara Eropa dengan kedok mendukung kebebasan berpendapat.
"Hal ini tentu telah membiarkan para ekstremis dan kelompok radikal menyebarkan kebencian terhadap kesucian dan nilai-nilai ajaran Islam,” katanya seperti dikutip antara.
Kanaani mengatakan, meskipun ada penekanan kuat pada hak asasi manusia dalam ajaran Islam, tetapi tidak dengan cara seperti hal tersebut, dengan membakar Al-Quran.
Baca Juga: Simak! Jadwal SCTV Hari Ini, Tayang Cinta Setelah Cinta dan Takdir Cinta yang Kupilih
"Kita menduga orang-orang Eropa terus melembagakan anti-Islam dan Islamofobia dalam masyarakat mereka," tandasnya seraya mengecam dengan tegas.
Seperti diketahui, Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras), di bawah perlindungan polisi dan atas izin pemerintah, membakar mushaf Al-Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Sabtu (21/01/2023).
Hingga berita ini diturunkan, berbagai kecamatan dari berbagai belahan dunia terus bermunculan, termasuk dari pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Hari Raya Imlek, Komunitas Tionghoa di Bali Bagikan 1.000 Angpao bagi Masyarakat