JournalNusantara.com - Setelah Twitter resmi diambil alih oleh Elon Musk dan membuat kebijakan-kebijakan baru yang salahsatunya ialah mengharuskan karyawan bekerja ekstra. Hal itupun menuai protes dari para karyawan Twitter. Karena gelombang protes yang begitu besar membuat Musk terpaksa menutup semua kantor Twitter.
Elon Musk melakukan penutupan besar-besaran ini dikarenakan khawatir akan adanya sabotasi oleh karyawan yang kontra dengan kebijakannya. Bahkan karyawan Twitter melakukan resign massal setelah adanya kebijakan kerja yang dibuat oleh Elon Musk tersebut.
Baca Juga: Nah Ini Dia, Sosok Dibalik Akun yang Diduga Hina Ibu Negara
"Hi, kami menutup sementara seluruh bangunan kantor dan seluruh akses akan ditangguhkan. Kantor akan buka kembali pada Senin, 21 November," demikian pengumuman dari Twitter.
Saat ini Musk dan timnya sedang mencari tahu karyawan-karyawan mana saja yang harus dipotong aksesnya. Dugaan kuat Twitter tidak ingin karyawan-karyawannya membocorkan masalah yang terjadi ke publik.
Baca Juga: Mengenal Seni Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Lamongan Jawa Timur
Selain kebijakan bekerja ekstra, Elon Musk juga mengancam para karyawannya akan dipecat Jika tidak masuk kantor.
Padahal pada kebijakan sebelumnya Twitter memberikan kebebasan pada karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home).
Hingga Jum’at (18/11), tagar #RIPTwitter menjadi trending topik di Twitter. Bahkan sang CEO pun turut meramaikan dengan menggunggah meme di akun pribadinya.*(Adinda Indah)
Sumber : Instagram/Indozone